Wednesday, 4 November 2015

Lindungi Anak dari Pornografi



Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan dan keindahan alamnya. Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan media informasi Indonesia juga tak kalah ketinggalan dengan negara berkembang lainnya. Tentunya merupakan kebanggaan juga bagi saya khususnya sebagai generasi tahun delapan puluhan yang kala itu masih minim teknologi dan informasi. Kalau menempati peringkat atas untuk hal positif tentunya kita bangga. Tapi apakah kita juga harus bangga kalau Indonesia jadi peringkat atas untuk hal negatif dari pengaruh perkembangan teknologi ini? Akses internet sekarang memang sangat mudah dari berbagai perangkat dan gadget yang mendukung. Tak dipungkiri sekarang segala sesuatu dicari di internet. Dari mulai hal kecil yang sifatnya sepele sampai yang memang benar – benar diperlukan dicari di internet. 

Sungguh bukan suatu prestasi yang patut diacungi jempol dan dibanggakan kalau Indonesia selain terkenal dengan negara paling korup juga masuk dalam 10 besar negara pengakses situs pornografi dan ini sudah sejak 6 tahun yang lalu. Dan yang lebih mencengangkan lagi adalah menurut survey ternyata pengakses situs pornografi diantaranya anak – anak dibawah umur. Lebih miris ternyata sebanyak kurang lebih enam puluh delapan persen adalah mereka siswa Sekolah Dasar sudah ikut – ikutan mengakses situs pornografi. Dan yang lebih parah sebanyak kurang lebih sembilan puluh tujuh persen data menunjukkan bahwa siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas pernah menonton dan melihat konten berbau pornografi. Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan kita sebagai orangtua. Inilah yang menjadi PR atau Pekerjaan Rumah kita sebagai orangtua pencetak dan pendidik generasi mendatang. Dan menjadi point khusus untuk selalu mengawasi mereka dalam mengakses dunia teknologi dan juga informasi dari internet.   Disinilah perlunya peran orangtua dalam mendidik dan juga mengarahkan bagaimana penggunaan internet yang baik.  



Efek dari pornografi
Maraknya situs pornografi yang bebas di akses tentunya bukanlah hal yang baik bagi generasi kita, anak – anak kita, kalangan remaja pada umumnya. Pada tahun 2013 Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menyebutkan bahwa setidaknya ada 84 laporan pornografi dan pornoaksi yang masuk ke lembaga KPAI. Menurut informasi kejadian dan tempatnya kebanyakan terjadi di kota – kota besar, namun hal ini tidak menutup kemungkinan juga terjadi di daerah dan pelosok yang mungkin saja tidak terekspos. Saya sendiri kadang suka menyempatkan menonton siaran berita di televisi dan tidak sedikit yang merekam kejadian asusila dan berbau pornografi yang dilakukan oleh anak remaja. Mulai dari isu mengadakan pesta bikini, minum – minuman keras di hotel dan juga rencana melakukan seks bebas. 

Menurut KPAI hal ini penyebabnya bisa jadi karena tiga faktor ini : pertama pengaruh teknologi informasi, teknologi informasi yang ada saat ini perkembangannya memang kian pesat. Perkembangannya bagai dua sisi mata pedang, satu sisi menguntungkan dan satu sisi membawa resiko. Ya menguntungkan karena sekarang informsi bisa diakses dengan mudah dan cepat, tapi di sisi lain juga merugikan karena inilah yang menjadi pintu masuknya remaja kita mengakses situs pornografi yang amoral tersebut. Kedua adalah maraknya pergaulan bebas  dikalangan remaja, sekarang mereka di tempat – tempat nongkrong tak sungkan melakukan hal – hal yang tidak senonoh di tempat umum dengan bebasnya. Ketiga karena lemahnya pengawasan dan pengetahuan tentang tubuh dan seks sehingga mereka kurang mengerti apa arti dari hal  - hal tersebut. Mereka tidak mendapat pengetahuan utuh dan tepat tentang peran, fungsi dan tanggung jawab anak laki – laki dan perempuan setelah dewasa. Sehingga mereka mencari dan merujuk pada media yang salah. 

Jangan salahkan teknologi
Dari ketiga faktor itu, faktor informasi adalah yang paling berdampak. Bagaimana tidak sekarang internet dengan mudahnya bisa diakes meskipun oleh anak kecil. Terlebih sekarang penggunaan gadget yang terkoneksi dengan internet semakin mudah mengakses hal – hal yang tidak seharusnya mereka lihat dan akses. Tapi kita juga tidak sepenuhnya menyalahkan kemajuan informasi dan teknologi. Karena kita juga tentunya ga mau berada di negara yang ketinggalan informasi dan teknologi. Menurut pakar IT, Sonny Sugema,MBA kemajuan informasi dan teknologi merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan modern. Lalu bagaimana kita bisa menyikapi dan memanfaatkan dari kemajuan informasi dan teknologi ini? 


Pentingnya peran orangtua
Disinilah pentingnya peran kita sebagai orangtua dalam membentengi mereka dari hal – hal berbau pornografi tersebut. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk melindungi anak – anak kita dari pengaruh buruknya informasi dan akses internet.
  1. Pendidikan dan memberi pemahaman pada mereka akan fungsi dari perkembangan teknologi dan informasi termasuk dalam penggunaan internet. Jadi mereka akan mencari dan mengakses sesuai kebutuhan mereka.
  2. Mengawasi dan membatasi mereka dalam mengakses informasi termasuk dalam penggunaan laptop, komputer, gadget yang super canggih, smartphone, tablet. Dengan begitu kita ikut berperan dalam mengawal dan membimbing mereka dalam penggunaan media informasi.
  3. Mewaspadai situs – situs yang sering dikunjungi oleh anak seperi facebook, twitter, google, youtube. Begitu juga dengan game yang sering dimainkan oleh anak, vcd, komik, gambar kartun, media elektronik baik cetak maupun elektronik, film superhero maupun sinetron Indonesia yang biasa ditonton oleh anak – anak karena kadang terselip adegan yang tidak layak ditonton seperti adegan mesra maupun kekerasan.
  4. Hal yang tak kalah penting adalah pendidikan agama khususnya dalam keluarga yang memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Anak – anak adalah tanggung jawab kita sebagai orangtua. Sesibuk apapun orangtua memegang peranan penting dalam menanamkan nilai – nilai agama pada anak. Sudah saatnya mencurahkan waktu dan pikiran untuk melindungi mereka dari penjajah otak yaitu pornografi.
  5. Bimbingan dan arahan yang benar tentang manfaat internet dan juga bahayanya haruslah dilakukan dengan pendekatan yang sifatnya kekeluargaan, tidak bersifat larangan yang kadang justru akan membuat anak menjadi penasaran.  
  6. Keharmonisan dalam keluarga juga merupakan hal yang penting, kehangatan bersama dengan anak, saling percaya, keterbukaan dalam memecahkan dan menyelesaikan masalah. Orangtua harus menjadi tempat bertanya anak yang ideal. Kalau ada yang belum terpecahkan barulah mencari informasi bersama, jangan biarkan mereka mencari tahu sendiri dengan mengakses internet. Mereka harus dibimbing dalam mencari informasi karena situs porno bisa muncul dan diakses secara tidak sengaja.
  7. Pemberian fasilitas alat komunikasi seperti handphone, gadget dan lainnya hendaknya disesuaikan dengan tingkat usia dan kebutuhan mereka. Pemberian media komunikasi yang berlebihan baik secara fungsi maupun manfaatnya akan memperbesar peluang mereka dalam mendapatkan informasi dan akses yang sebenarnya belum seharusnya mereka perlukan.
  8. Komunikasi antara ayah dan ibu sangat perlu untuk bermusyawarah membahas pemberian alat komunikasi yang tepat untuk anak – anak kita.  


Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari dan membentengi buah hati kita dari pengaruh buruk akses informasi dan teknologi termasuk dalam penggunaan internet. Anak adalah amanah titipan dari Yang Maha Kuasa. Merupakan kewajiban kita untuk melindungi, mendidik dan menjaganya.

Sumber Refferensi : Percikan Iman edisi Juni 2014
post signature

14 comments:

Ahliah Citra said...

Bener, Mak.

Mending anak disuruh mainan lompat karet aja dah ama temen2nya di depan rumah. Gampang mantaunya

Nunk Arif said...

Iya bener mak saya juga sekarang suka biarin mereka maen sepeda :)

ade anita said...

Nggak bisa dihindari emang perkembangan jaman terhadap prrkembangan anak kita. PR buat para orang tua

Tally Syifa said...

Buibu bisa diserap nih ilmu parentingnya (y)

Nunk Arif said...

iya bener mak :)

Nunk Arif said...

mksh moga bermanfaat ya mba :)

irmasenja said...

Kalau udah bahas pornografi dan bahayanya buat anak2 suka serem :(

Nunk Arif said...

Iya bener mak khawatir sama anak2 ya :(

Abah Raka said...

Sebagai orang tua apalagi yang masih punya anak2 jadi ketakutan tersendiri kalo anak pegang hape, takut2 nyasar, apalagi hapenya sedang online. Tulisan bermanfaat teh

Nunk Arif said...

iya kang sekarang anak masih kecil ajh udah pada pinter main smartphone, sama2 kang :)

Inda Chakim said...

iya, peran org tua emang penting bgd nih di sini, boleh ajasih si kecil maen smartphone tp ya kudu dlm pantauan org tua, smoga trhindar deh yg berbau2 pornografi, no bgd

Nunk Arif said...

Iya mba orangtua harus mendampingi anak kalo maen smartphone skg hal2 yg ga baik mudah bgt di aksesnya, mksh ya :)

Ruang Freelance said...

di jaman yang serba digital ini cukup sulit juga ya mantau perilaku anak kita, soalnya udah pegang HP sendiri-sendiri mereka. oh iya... tapi sekarang kan udah ada aplikasi android buat mantau hp anak kita ya,. belum pernah coba sih, mungkin memang harus dicoba untuk melihat perkembangan mental anak kita,, good luck mbak

Nunk Arif said...

saya juga belum pernah nyoba hehe, sama2, mksh ya udah mampir :)

Post a Comment

Berbeda namun Tetap Sehati

Perbedaan…apa makna dari perbedaan? Yang jelas bukan persamaan ya ga? Hehehe… menurut saya bukan perkara yang mudah untuk menyikapi sua...