Yuk Mengenal Dan Mencegah Kanker Serviks



Menjadi seorang perempuan bukanlah suatu hal yang mudah dengan begitu banyaknya tugas dan juga peran. Perempuan terkadang di tuntut untuk melakukan berbagai hal secara bersamaan dalam satu waktu. Contoh kecilnya jika sedang masak, maka disisi lain juga terkadang harus sambil mencuci piring, bahkan tak jarang juga sambil tunggu cucian dalam mesin. Hmmm bukan hanya double kalau gitu tapi juga triple ya. Dan tak jarang juga dengan rengekan si kecil yang minta dibikin susu atau minta makan. Begitu juga dengan perempuan yang bekerja, dia harus bisa membagi tugas dan tanggung jawab antara pekerjaan dan juga tugasnya dirumah sebagai seorang istri dan juga ibu. Bukanlah hal yang mudah harus membagi konsentrasi di tengah pekerjaan sementara misalnya kondisi anak di rumah kurang sehat. 

Perempuan dengan kodratnya memiliki organ reproduksi dimana bisa hamil, melahirkan dan juga menyusui merupakan suatu anugrah dari Alloh SWT. Disisi lain perempuan juga harus bisa menjaga, merawat dan melakukan berbagai preventif supaya organ reproduksi selalu sehat. Tak jarang berbagai penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi menyerangnya. Salah satu yang menjadi kekhawatiran dan juga ketakutan banyak perempuan adalah Kanker Serviks. Baru mendengarnya saja sudah bergidik dan bikin bulu kuduk merinding ya. 

Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang organ reproduksi wanita, tepatnya lehar rahim atau pintu masuk rahim, disebut juga kanker mulut rahim. Berdasarkan data yang ada, kanker serviks merupakan sepertiganya dari penderita kanker yang ada di Indonesia. Dari data WHO satiap tahun ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, dan merupakan jenis kanker yang menjadi penyebab tertinggi kematian wanita di dunia. 

(sumber : www.kankerservik.com)

Penyebab kanker serviks ini adalah Human Pavilloma Virus (HVP) dan yang menjadi penyebab kematian wanita adalah HVP type 16 dan 18. Penyebaran virus ini sangat mudah menular dan menyebar, tidak hanya melalui cairan tapi juga melalui sentuhan kulit. Penyebab lain diantaranya

  • Penggunaan WC umum yang sudah terkena virus HVP jika tidak bersih dalam menggunakannya. 
  • Gaya hidup yang tidak sehat juga berpengaruh seperti kebiasaan merokok
  • Kebiasaan melakukan hubungan intim dengan berganti – ganti pasangan 
  • Melakukan hubungan intim pada usia dini, bakan jika melakukan hubungan intim kurang dari usia 16 tahun dapat meningkatkan 2 kali resiko terkena kanker serviks 
  • Adanya keturunan 
  • Penggunaan pil KB yang sangat lama 
  • Terlalu sering melahirkan 
  • Kurangnya asupan vitamin terutama vitamin C, vitamin E dan asam folat


Kanker serviks ini bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu dekat dan relative singkat, kanker serviks membutuhkan waktu  dan proses yang sangat lama sampai terjadinya kanker serviks yang bermula dari sebuah infeksi yaitu antara 10 hingga 20 tahun. Hmm cukup lama juga ya, dan psds tahap awal sangat sulit untuk di deteksi, sebagai deteksi dini perempuan sangat dianjurkan untuk melakukan pap smear setidaknya 2 tahun sekali dan juga melakukan test IVA.

Kanker serviks cukup sulit untuk di deteksi pada tahap awal, namun sebagai perempuan tidak ada salahnya untuk mengetahui tanda – tanda atau ciri – ciri sebagai berikut : 
  • Pada saat berhubungan intim suka merasa sakit bahkan kadaang sampai mengeluarkan darah 
  • Keputihan yang tidak normal yang disertai dengan perdarahan tidak normal. 
  • Sering merasa sakit pada daerah panggul 
  • Sering merasa nyeri pada saat BAK (Buang Air Kecil) 
  • Pada saat haid atau menstruasi darah yang keluar banyak dan berlebih 
Ada baiknya jika terdapat tanda – tanda tersebut segera konsultasi dan periksa ke dokter kandungan. Bagaimanapun pencegahan sejak dini adalah cara yang paling tepat bukan hanya untuk mencegah kanker serviks tapi juga untuk segala bentuk penyakit, preventif lebih baik dari pada kuratif. Adapun yang bisa dilakukan untuk mencegah kankaer serviks diantaranya :

  • Menjalani pola hidup sehat salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi, banyak makan sayuran yang mengandung beta karoten, konsumsi vitamin C dan E 
  • Selalu menjaga kesehatan dan juga daya tahan tubuh 
  • Menjaga sanitasi lingkungan tetap bersih dan sehat 
  • Selalu menjaga kebersihan area genital dan membersihkan dengan air yang bersih 
  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok 
  • Hindari hubungan intim pada usia dini 
  • Selalu setia pada pasangan dan jangan pernah berganti – ganti pasangan 
  • Detekasi dini dengan melakukan pap smear
  • Melakukan vaksinasi HVP

Selalu menjaga pola hidup sehat merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan dan mencegah dari berbagai penyakit. Menjaga pola hidup sehat sebetulnya tidaklah susah dan mahal namun terkadang dirasa berat dan susah. Disinilah perlunya kesadaran dari diri sendiri, kalau bukan kita siapa lagi. Bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati. Healthy living is easy and happy :) 

Sumber Referensi :
http://bidanku.com



Comments