Wednesday, 4 February 2015

Karnaval Ayo Melek Gizi Merupakan Sosialisai Dan Edukasi Pentingnya Gizi

Kebutuhan gizi bagi anak Indonesia adalah hal yang harus menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat. Balita dengan gizi kurang dan buruk di Indonesia sepertinya belum juga surut. Pada tahun 2012, Indonesia merupakan Negara kekurangan gizi nomor 5 di dunia. Peringkat kelima karena jumlah penduduk Indonesia juga di urutan empat terbesar dunia.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 memperkirakan prevalensi balita gizi buruk dan kurang di Indonesia mencapai 19,6%, hal ini meningkat dibandingkan dengan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2010 yang sebesar 17,9% dan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 sebesar 18,4%. Bila dilakukan konversi ke dalam jumlah absolutnya, maka ketika jumlah Balita tahun 2013 adalah 23.708.844, sehingga jumlah Balita Giburkur sebesar 4.646.933 Balita. Merupakan suatu peningkatan yang sangat tidak diharapkan. Ditambah lagi dengan data bahwa sekitar 36,8% anak balita Indonesia memiliki tinggi badan di bawah standar alias pendek. Hal ini karena asupan gizi balita di Indonesia dikategorikan masih rendah. Kenyataan ini menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO, menunjukkan penanganan kesehatan masyarakat di Indonesia berada di tingkat buruk.

Padahal, menurut para ahli, gizi yang cukup merupakan syarat awal dan utama untuk mengawali program pembangunan di segala bidang. Seperti kita tahu, ada berbagai upaya telah dan sedang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengatasi persoalan kekurangan gizi ini. Tetapi menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada pemangku kebijakan adalah sikap yang tidak bijaksana.

Disinilah keikusertaan masyarakat secara aktif, akhirnya menjadi sebuah keharusan, jika ingin persoalan ini dapat teratasi. Berangkat dari kepedulian inilah, Deklarasi Nutrisi untuk Bangsa lahir. Dimana Nutrisi Untuk Bangsa adalah sebuah gerakan dari masyarakat, untuk masyarakat yang peduli akan masalah-masalah gizi di Indonesia. Nutrisi Untuk Bangsa bertekad untuk mengurangi persoalan kekurangan gizi akut ini. Ini adalah sebuah gerakan yang tepat karena Indonesia dikaruniai sumber daya melimpah yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Disinilah Nutrisi Untuk Bangsa mengajak seluruh elemen bangsa untuk peduli dan bekerja sama memerangi masalah-masalah gizi di tanah air .

Langkah pertama adalah dengan memastikan semua masyarakat Indonesia dapat menjangkau nutrisi dan makanan bergizi. Langkah selanjutnya yaitu dengan sosialisasi secara terus-menerus dan sistematis kepada masyarakat tentang asupan nutrisi yang baik dan benar. Untuk mengatasi persoalan gizi ini diperlukan langkah bersama dari seluruh komponen masyarakat. Sudah saatnya kita peduli akan gizi anak Indonesia, peduli akan gizi bangsa.

Pentingnya gizi dalam kehidupan bangsa Indonesia, sudah dirintis oleh almarhum Prof. Poorwo Soedarmo, Bapak Gizi Indonesia, sejak awal kemerdekaan tahun 1950. Saat itu beliau diangkat oleh Menteri Kesehatan, almarhum dokter J Leimena, untuk mengepalai Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Waktu itu lebih dikenal sebagai Instituut voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga Eijckman.

Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh LMR pada pertengahan tahun 1960-an, dan dilanjutkan oleh Direktorat Gizi pada tahun 1970-an hingga sekarang. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan tanggal 26 Januari 1951. Sejak saat itulah pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Dan untuk selanjutnya disepakati bahwa hari gizi nasional ditetapkan menjadi tanggal 25 Januari.

Dan pada tanggal 25 Januari 2015, yang merupakan Hari Gizi Nasional, PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) yang merupakan perusahaan penghasil nutrisi ibu dan anak di Indonesia, bersama berbagai komunitas peduli gizi mengadakan menggelar kegiatan Karnaval Ayo Melek Gizi untuk mendukung peningkatan kesadaran, serta kepedulian masyarakat terhadap gizi seimbang dan pola makan sehat. Karnaval gizi ini telah dicanangkan sejak 5 tahun lalu, dan telah dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan. Dan untuk pertama kalinya pada tahun ini diselenggarakan di momen Car Free Day di Jakarta yang melibatkan partisipasi berbagai anggota komunitas.

Karnaval Ayo Melek Gizi ini dilaksanakan sangat meriah karena bertepatan dengan Hari Gizi Nasional. Pertama – tama karnaval gizi dibuka oleh Ibu Heppy Farida Djarot, istri Wakil Gubernir DKI Jakarta, serta Presiden Direktur Sarihusada Olivier Pierredon.

Dalam Karnaval Gizi ini Presiden Direktur Sarihusada Olivier Pierredon menyatakan “Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, namun di tengah performa ekonomi yang baik ini, Indonesia masih menghadapi persoalan gizi seperti stunting (kuntet) pada anak,”

Pada kesempatan yang sama, Pierredon menambahkan bahwa melalui kegiatan Karnaval Ayo Melek Gizi ini, Sarihusada mengajak masyarakat, dari berbagai komunitas, untuk ikut mengkampanyekan pentingnya memiliki pengetahuan tentang gizi kepada masyarakat dalam bentuk yang unik dan menghibur.

“Sarihusada memiliki komitmen untuk terus mendukung upaya-upaya perbaikan gizi di Indonesia melalui penyediaan produk nutrisi yang berkualitas dan terjangkau, serta inisiatif edukasi dan sosial untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi,” tambah Olivier Pierredon.

Karnaval Ayo Melek Gizi dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti Ayo Melek Gizi Connect (Ayo Melek Gizi-Community & Nutrition Education Center), program kerjasama antara Sarihusada dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dalam mengembangkan sebuah fasilitas pendidikan gizi bagi masyarakat.

Ayo Melek Gizi Goes to Community Center, yaitu program dimana Sarihusada mengajak seluruh karyawan turun langsung mengedukasi ibu-ibu di pusat-pusat komunitas mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat, serta Ayo Melek Gizi – Learning for All, program pendidikan gizi seimbang bagi seluruh karyawan Sarihusada yang terbagi dalam tiga level yaitu Ayo Melek Gizi Advocates, Ayo Melek Gizi Experts, dan Ayo Melek Gizi Ambassadors.

Parade karnaval gizi ini diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai komunitas. Dengan melintasi rute Monas menuju Bundaran HI dan kembali lagi ke Monas, dengan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat melihat dan berpartisipas secara langsung.

Inilah sebagian foto - foto kemeriahan Karnaval Ayo Melek Gizi, yang saya himpun dari berbagai media

Selain itu, juga ditunjukkan demo cara-cara mengolah makanan sehat dan bergizi melalui demo masak makanan sehat yang dibawakan oleh Chef Muto, yang merupakan host program televisi ‘KungFu Chef’. Disini masyarakat juga bisa ikut program edukasi dan konsultasi gizi. Pada kegiatan Karnaval Ayo Melek Gizi ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama Sarihusada juga menyerahkan donasi berupa pemberian susu sebanyak 2.015 box kepada anak-anak panti asuhan.


Karnaval Ayo Melek Gizi merupakan gerakan yang sangat tepat dan harus tetap dilakukan. Merupakan gerakan dari masyarakat untuk masyarakat. Melalui karnaval gizi ini kita bisa ikut serta mengkampanyekan pentingnya gizi dan pentingnya memiliki pengetahuan tentang gizi kepada masyarakat. Dan juga merupakan salah satu bentuk dari sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang nutrisi yang baik dan benar. Disinilah kita sebagai bagian dari masyarakat Indonesia peduli dan bekerja sama memerangi masalah-masalah gizi di tanah air. Kalau bukan kita siapa lagi. Diharapkan kedepannya Karnaval Ayo Melek Gizi ini bisa diadakan juga di kota – kota besar lainnya. Dengan acara yang lebih variatif dan edukatif lagi.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Karnaval Ayo Melek Gizi

Poster-Sarihusada-revision-1



Sumber You Tube:

0 comments:

Post a Comment

Berbeda namun Tetap Sehati

Perbedaan…apa makna dari perbedaan? Yang jelas bukan persamaan ya ga? Hehehe… menurut saya bukan perkara yang mudah untuk menyikapi sua...