Melatih Anak Dekat Dengan Buku Sejak Usia Dini

Anak adalah amanah dari Alloh yang harus di jaga dan dirawat sejak masih dalam kandungan. Sebagai orangtua bertanggung jawab terhadap perkembangannya. Begitu juga dengan pendidikannya. Menjadikannya shalih dan bertaqwa. Ada banyak hal dan cara untuk mendidik mereka dengan ilmu dan pendidikan sejak masih kecil. Dimulai dengan dimasukan ke sekolah sejak usia masih kecil, memasukkannya ke berbagai less ataupun memanggil guru less ke rumah.

Diantara cara mendidik dan menanamkan ilmu pada anak, hal yang tidak boleh dilupakan adalah mengenalkannya pada buku sejak usia masih kecil. Dimulai dengan buku yang isinya hanya berupa gambar-gambar misalnya gambar binatang, gambar buah-buahan dan lain-lain. Selain untuk mengenalkan pada anak aneka binatang atau gambar apapun, juga mengenalkan pada anak tentang macam-macam warna. Dengan anak melihat berbagai macam gambar dengan berbagai warna, secara bersamaan anak akan mengenal pula warna. Selain itu buku mewarnai pun bagus juga mulai diperkenalkan pada anak usia dini, dimana anak akan terangsang untuk memberikan warna pada setiap gambar yang tersedia di buku. Saya punya pengalman pribadi dalam hal melatih anak untuk belajar mwarnai sejak kecil, anak saya ketika usia di atas 3 tahun sudah suka dengan mewarnai, saya terus memotivasinya, dan Alhamdulillah pada saat anak saya usia 4 tahun sudah menorehkan prestasi ketika mengikuti lomba mewarnai yang di adakan oleh salah satu produk obat anak yang bekerja sama dengan salah satu televisi nasional. Dan sampai sekarang kemampuan mewarnainya cukup bagus. Begitu juga dengan menggambarnya sudah mulai menunjukkan perkembangan yang bagus.

Selain buku-buku tersebut, buku untuk anak yang tak kalah pentingnya adalah buku cerita ataupun dongeng. Menurut informasi yang saya dapatkan, American Academy of Pediatrics, sebuah lembaga ternama kumpulan para ahli kesehatan anak di Amerika Serikat merekomendasikan orangtua untuk mulai membacakan buku kepada bayi, terutama sejak berusia 6 bulan. Aktivitas bercerita yang dijadikan rutinitas, kelak akan menumbuhkan minat baca pada sang buah hati. Kenapa 6 bulan? Sebab di usia 6 bulan, bayi sudah mampu duduk sendiri dan melakukan berbagai aktivitas, termasuk mengeksplorasi lingkungannya. Matanya pun sudah berfungsi baik sehingga bisa menikmati warna-warna yang ada di sekitarnya.

Menurut Dra. Nina Armando, M.Si., ada beberapa manfaat ari membacakan cerita pada anak diantaranya; melalui cerita, nilai-nilai positif dapat tersampaikan. Anak akan merekam pesan moral dari sebuah cerita dan kelak bisa menjadi filternya saat berperilaku. Saat dibacakan cerita, secara tak langsung anak mempelajari perbendaharaan kata dan intonasi suara. Berbagai gambar dan jalinan cerita dalam buku memberikan informasi baru.

Ketika membacakan cerita, biasanya kita lakukan sambil berdekatan bahkan memeluk, Posisi bercerita seperti ini dapat menjalin kelekatan antara orangtua dan anak. Kelekatan ini menimbulkan rasa aman dan nyaman pada bayi dan kelak akan menjadi modal untuknya tumbuh menjadi anak yang percaya diri.

Untuk menerima, menangkap, memahami dan menyimpan informasi-informasi dari cerita yang disampaikan dalam memori, otak anak harus bekerja lebih aktif. Stimulasi ini akan membuat simpul-simpul saraf di otak kian banyak tersambung sehingga kecerdasan anak berkembang dengan baik. Manfaat membacakan cerita: Bayi jadi lebih pintar.

Membacakan cerita berarti telah mengenalkan sebuah benda bernama buku kepada sang buah hati. Pengenalan ini tak mustahil akan memunculkan kecintaannya terhadap buku, dan selanjutnya menumbuhkan keinginannya untuk bisa membaca dan menulis. Inilah manfaat membacakan cerita yang lain. Itulah manfaat dari membacakan buku cerita pada anak.

Dan menurut saya buku-buku untuk anak di indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Berbagai macam buku banyak yang sudah dirancang sesuai dengan tingkat usia anak. Ada beberapa penerbit yang cukup kreatif dan bagus dalam menyajikan buku-buku untuk anak. Dengan tema dan cerita yang membuat anak merasa senang dan tidak cepat bosan. Berbagai cerita islami ataupun sejarah di kemas dalam cerita yang sangat menarik.

Tulisan ini diikut sertakan dalam


Comments

  1. Saya belum teratur membacakan dongeng saat anak mau tidur, Mbak. Lebih sering menyanyikannya lagu nina bobok. :)

    Semoga sukses ikut lombanya.

    ReplyDelete

Post a Comment