Tuesday, 27 May 2014

Siaga Demam Berdarah

Siaga Terhadap Demam Berdarah

Demam berdarah merupakan masalah kesehatan di dunia, tak terkecuali di Indonesia. penyakit yang cukup sering terjadi terjadi di usia anak-anak dan dewasa. Angka kejadian demam berdarah di Indonesia cukup tinggi. Bahkan Indonesia menduduki peringkat kedua penderita demam berdarah setelah Brazil. Data kementrian kesehatan 2009-2011 pun menunjukkan jumlah rata-rata kasus akibat virus dengue di Indonesia mencapai angka kematiann 1.125 kasus. Sekaligus menempatkan Indonesia sebagai Negara tertinggi dalam kasus penyakit dengue di Asia Tenggara.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkasifikasikan dengue sebagai infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk yang mmenyebabkan penyakit seperti flu yang parah dan kadang-kadang komplikasi yang berpotensi mematikan yang disebut demam berdarah. Data dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat melaporkan transmisi penyakit demam berdarah didaratan Amerika Serikat sebagian besar karena perjalanan ke daerah-daerah subtropics dan tropis. Data dari WHO menunjukkan angka kejadian demam berdarah meningkat 30 kali lipat selama lebih dari 50 tahun. Menuurut data statistic terbaru dari Orgaisasi Kesehatan Dunia(WHO) 50-100 juta infeksi diperkirakan terjadi setiap tahun dilebih dari 100 negara endemic, menempatkan hampir setengah populasi dunia beresiko untuk tertular.
Demam berdarah umumnya ditandai demam tinggi mendadak, sakit kepala yang hebat, rasa sakit dibelakang mata,otot dan sendi. hilangnya nafsu makan, mual-mual dan ruam. Gejala pada anak dapat berupa demam ringan disertai ruam. Pada demam berdarah yang lebih parah ditandai dengan demam tinggi selama dua sampaitujuh hari. Berikutnya dapat muncul kecenderungan perdarahan seperti memar, hidung dan gusi berdarah, dan juga perdarahan dalam tubuh. pada kasus yang sangat parah mungkin berlanjut pada kegagalan saluran pernafasan, shock dan kematian.
Kasus demam berdarah hampir dengue selalu mencuat dimusim penghujan. Lingkungan alam yang tropis, sanitasi dan kebersihan yang buruk, serta rendahnya kesadaran masyarakat, menjadi alasan utama maraknya kejadaian demam berdarah disetiap tahunnya. Belum adanya obat-obatan untuk penyakit demam berdarah merupakan alasan juga mengapa kasus demam berdarah belum dapat diatasi.
Penyakit demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, yang kemudian ditularkan kepada manusia melalui nyamuk aedes aegifty. Nyamuk ini pada umunya bersarang pada di daerah-daerah yang memiliki genangan air kemudain melapaskan telurnya di genangan air tersebut. Pada umumnya nyamuk ini menggigit pada pagi hari. Cir-ciri morfologis nyamuk ini adalah memiliki garis hitam dan putih pada bagian tubuhnya. Saat ini kasus demam berdarah di Indonesia bermunculan dan dapat menajdi ancaman serius jika tidak mendapat respon yang cepat serta antisipasi yang lebih dari masyarakat. Masa penghujan merupakan masa yang baik untuk berkembang biaknya nyamuk ini karena secara siklusnya masa inkubasi nyamuk ini hanya dua minggu. Hal yang palin fatal ketika penanganan terlambat adalah kematian.
Bertindak cepat dan siaga untuk wabah demam berdarah adalah tindakan yang tepat. Terlebih ketika di musim hujan tiba masyarakat sebaiknya bertindak cepat dan siaga menghadapi penyakit demam berdarah ini. Karena sekali wabah ini menyebar maka angka penderita demam berdarah akan terus meningkat dan dapat menyebabkan status kejadian luar biasa.
Hingga saat ini di upaya pencegahan masih terfokus pada upaya terhindar dari gigitan nyamuk dan pemberantasan sarang nyamuk, seperti pengasapan (fogging), larvasida (pemberantasan jentik nyamuk) dan penggunaan obat anti nyamuk secara individual.
Kita juga dapat menerapkan langkah 3M yaitu; menguras bak kamar mandi, menutup penampungan sampah, dan mengubur barang-barang yang sekiranya dapat menjadi genangan air, dimana nantinya dikhawatirkan akan menyebabkan berkembangbiaknya larva nyamuk ini. Menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan juga merupakan usaha pencegahan penyakit ini. Dan begitu ada penderita atau korban yang mengalami gejala demam berdarah segera bawa ke rumah sakit agar mendapat pertolongan segera dan tepat.
Bagi pemerintah sendiri dengan bersiap siaga terhadap wabah demam berdarah menjadi tindakan yang tepat dan cepat, gunamenekan angka kematian akibat penyakit demam berdarah. Pemerintah melalui dinas-dinas kesehatan dapat melakukan sosialisasi terhadap masyarakat awam mengenai gejala penyakit demam berdarah melaluipenyuluhan-penyulahan, iklan dimedia televise ataupun lewat social media, selain itu diharapkan dinas-dinas kesehatan melakukan fogging secara berkaladi daerah-daerah yang disinyalir menjadi aerah endemis wabah demam berdarah.

[caption id="attachment_222" align="aligncenter" width="300"]pencegahan DBD contoh pencegahan demam berdarah[/caption]

Selain itu yang tak kalah penting adalah melaksanakan perilaku hidup sehat, terutama peduli terhadap kesehatan lingkungan. Semua ini menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan secara bersinergi anatara individu, komponen masyarakat agar upaya pencegahan demam berdarah dapat terwujud lebih optimal di Indonesia.

0 comments:

Post a Comment

Berbeda namun Tetap Sehati

Perbedaan…apa makna dari perbedaan? Yang jelas bukan persamaan ya ga? Hehehe… menurut saya bukan perkara yang mudah untuk menyikapi sua...