Saturday, 31 May 2014

Mari Kita Cegah Ko-Infeksi TB-HIV

TB dan HIV dua dari sekian jenis penyakit menular yang sudah tidak asing lagi di masyarakat. Tapi apakah semua masyarakat sudah cukup paham jika dua penyakit ini mempunyai hubungan yang cukup erat dan bisa dikatakan persekutuan yang berbahaya. Dimana HIV itu meningkatkan resiko terjadinya TB secara signifikan. Peran serta dari tenaga kesehatan supaya masyarakat lebih memahaminya sangat diperlukan. Sehingga nantinya setelah masyarakat cukup paham bisa berpartisipasi dalam upaya penanggulangan kedua penyakit tersebut.

Indonesia sudah berada pada arah yang tepat dalam pelaksanaan program penanggulangan Tuberkulosis (TB), dibuktikan dengan telah dicapainya target global sejak tahun 2006 yaitu penemuan kasus baru >70% dan angka kesembuhan >85%. Namun TB merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Besar dan luasnya masalah TB di Indonesia diperberat dengan adanya peningkatan infeksi HIV/AIDS yang berkembang cepat dan munculnya permasalahan TB-MDR (Multi Drugs Resistant=kebal terhadap bermacam obat).

Seperti kita ketahui bahwa penyakit Tuberkulosis (TB) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar selama berabad-abad. Pelaksanaan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif untuk pencegahan dan pengendalian TB secara bermakna telah banyak menurunkan beban penyakit secara global. Dengan munculnya epidemi HIV merupakan tantangan besar dalam upaya pengendalian TB secara global. Peningkatan prevalensi HIV di Regional Asia Tenggara yang 40 persen dari populasinya telah terinfeksi dengan Mycobacterium tuberculosis (MTB), jika tidak segera ditanggulangi dapat mengancam upaya pengendalian TB.



[caption id="attachment_244" align="aligncenter" width="300"](sumber: writingcompetition.blogspot.com) (sumber: writingcompetition.blogspot.com)[/caption]

Apa pengertian dari  Ko-Infeksi TB-HIV itu?
Pandemi HIV/AIDS di dunia menambah permasalahan TB. Ko-infeksi dengan HIV akan meningkatkan risiko kejadian TB secara signifikan. Di samping itu TB merupakan penyebab utama kematian pada ODHA (sekitar 40-50%). Kematian yang tinggi ini terutama pada TB paru BTA negatif dan TB ekstra paru yang kemungkinan besar disebabkan keterlambatan diagnosis dan terapiTB . Sebagian besar orang yang terinfeksi kuman TB (Mycobacterium tuberculosis) tidak menjadi sakit TB karena mereka mempunyai sistem imunitas yang baik. Infeksi tanpa jadi sakit tersebut dikenal sebagai infeksi TB laten. Namun, pada orang-orang yang sistem imunitasnya menurun misalnya ODHA maka infeksi TB laten tersebut dengan mudah berkembang menjadi sakit TB aktif. Hanya sekitar 10% orang yang tidak terinfeksi HIV bila terinfeksi kuman TB maka akan menjadi sakit TB sepanjang hidupnya; sedangkan pada ODHA, sekitar 60% ODHA yang terinfeksi kuman TB akan menjadi sakit TB aktif. Dengan demikian, mudah dimengerti bahwa epidemi HIV tentunya akan menyulut peningkatan jumlah kasus TB dalam masyarakat.

Pasien TB dengan HIV positif dan ODHA dengan TB disebut sebagai pasien ko-infeksi TB-HIV. Berdasarkan perkiraan WHO, jumlah pasien ko-infeksi TB-HIV di dunia diperkirakan ada sebanyak 14 juta orang. Sekitar 80% pasien ko-infeksi TB-HIV tersebut dijumpai di Sub-Sahara Afrika, namun ada sekitar 3 juta pasien ko-infeksi TB-HIV tersebut terdapat di Asia Tenggara. Dari uraian tersebut diatas, jelas bahwa epidemi HIV sangatlah berpengaruh pada meningkatnya kasus TB. Jadi, pengendalian TB tidak akan berhasil dengan baik tanpa keberhasilan pengendalian HIV. Hal ini berarti bahwa upaya-upaya pencegahan HIV dan perawatan HIV haruslah juga merupakan kegiatan prioritas bagi pengelola program TB.



[caption id="attachment_247" align="aligncenter" width="405"]Faktor Resiko Kejadian TB Faktor Resiko Kejadian TB[/caption]




TB dan HIV adalah persekutuan yang berbahaya ?

Seperti telah di singgung di atas, bahwa Pasien TB dengan HIV positif dan ODHA dengan TB disebut sebagai pasien ko-infeksi TB-HIV. Jadi bisa disimpulkan kedua penyakit ini merupakan persekutuan yang cukup berbahaya. Tuberkulosis dapat terjadi kapanpun saat perjalanan infeksi HIV terjadi.  Dan resiko berkembangnya TB meningkat secara tajam seiring dengan semakin memburuknya sistem kekebalan tubuh. Dibandingkan dengan orang yang tidak terinfeksi HIV maka orang yang terinfeksi HIV berisiko 10 kali lebih besar untuk mendapatkan TB. Notifikasi TB telah meningkat pada populasi di mana infeksi HIV dan M.tuberculosis merupakan hal yang biasa. Seroprevalensi HIV pada TB pasien ini di atas 70%. Ketika infeksi HIV berkembang maka jumlah dan fungsi limfosit-T CD4+ menurun. Sel-sel ini mempunyai peran yang penting untuk melawan kuman TB. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh menjadi kurang mampu untuk mencegah perkembangan dan penyebaran lokal kuman ini. Tuberkulosis ekstraparu dan diseminata (meluas) menjadi lebih lazim ditemukan. Tuberkulosis paru masih merupakan penyakit yang paling sering ditemukan pada orang yang terinfeksi HIV. Gambaran klinisnya tergantung tingkat kekebalan tubuh. Pada individu yang terinfeksi HIV, terdapatnya infeksi lain termasuk TB dapat membuat virus HIV berkembang biak dengan lebih cepat sehingga progresivitas penyakit menjadi lebih cepat.

Secara umum tantangan utama kolaborasi TB-HIV diantaranya :



  1. Meningkatkan jejaring layanan kolaborasi antara program TB dan program HIV.

  2. Meningkatkan akses tes HIV atas inisiasi petugas kesehatannyang ditujukan bagi pasien TB.

  3. Memastikan bahwa pasien yang terdiagnosa TB dan HIV harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal untuk TB dan secara cepat harus di rujuk untuk mendapatkan dukungan dan pengobatan HIV AIDS.

  4. Memastikan pendekatan pelayanan kesehatan pada pasien TB-HIV.

  5. Monitoring dan evaluasi kegiatankolaborasi TB-HIV.

  6. Ekspansi ke seluruh pelayanan kesehatan di Indonesia

Adapun hal-hal yang dilakukan untuk menurunkan beban TB pada ODHA diantranya :



  • Intensifikasi penemuan kasus TB pada ODHA

Kegiatan intensifikasi penemuan kasus TB pada ODHA yang dimulai dengan penerapan skrining gejala dan tanda TB pada ODHA telah dijalankan secara rutin di klinik Konseling dan tes HIV secara sukarela (KTS) dan PDP di beberapa RS rujukan ARV dan Puskesmas dengan menggunakan formulir skrining TB. Dari 18 provinsi yang telah melaporkan data TB-HIV pada tahun 2011, ditemukan bahwa sebanyak 63% ODHA telah diskrining untuk gejala dan tanda TB ; 9,2% di antaranya didiagnosis TB. Untuk menjamin penegakan diagnosis TB yang berkualitas pada ODHA dengan suspek TB telah dibangun jejaring antara unit KTS/PDP dengan unit DOTS. Beberapa unit KTS/PDP sudah dapat memulai dan atau meneruskan pengobatan TB termasuk mengisi dan melengkapi formulir TB .01.



  • Pengobatan pencegahan dengan INH

Kebijakan nasional kolaborasi TB-HIV belum memasukkan pemberian Isoniazid preventive therapy (IPT) pada ODHA sebagai standar layanan rutin sehingga belum ada praktek pemberian IPT pada ODHA yang dilaporkan. Tetapi mulai bulan Mei 2012 telah dilaksanakan kegiatan pendahuluan pemberian INH profilaksis untuk ODHA di 2 Provinsi (Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat), 4 RS (RS Persahabatan, RS Cipto Mangunkusumo, RS Hasan Sadikin dan RS Marzuki Mahdi). Penerapan pengendalian infeksi TB di unit KTS/PDP dilakukan melalui penguatan tim pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) RS melalui pelatihan petugas yang diselenggarakan dengan kerjasama antara Subdit TB dengan Subdit RS Khusus Ditjen Bina Upaya Kesehatan Spesialistik dan Perdalin.



  • Memastikan pencegahan dan pengendalian (PPI) TB di layanan HIV

Sedangkan Pengendalian Infeksi di Puskesmas dan Lapas/Rutan dimulai dengan melakukan assessment dan sosialisasi di 7 provinsi bekerja sama dengan Subdit Institusi Ditjen Bina Upaya Kesehatan Dasar dan Ditjen Pemasyarakatan. Pemasangan poster cara menutup mulut dan hidung pada waktu batuk/bersin dan penyediaan masker untuk klien dan ODHA yang mempunyai gejala batuk sudah diimplementasikan di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan.

Sedangkan hal-hal yang dilakukan untuk menurunkan beban HIV-AIDS pada pasien TB adalah :



  • Menyediakan layanan tes HIV pada pasien TB dan konseling

Walaupun berdasarkan kebijakan nasional pelaksanaan kolaborasi TB-HIV, konseling dan tes HIV dilakukan pada semua pasien TB di daerah epidemi HIV meluas tetapi data dari Provinsi Papua menunjukkan baru sekitar 22% pasien TB yang dikonseling dan tes HIV. Sedangkan di daerah dengan epidemi terkonsentrasi, konseling dan tes HIV yang dilakukan pada pasien TB dengan faktor risiko HIV bervariasi antar wilayah antara 0,1 - 6%. Provider Initiated Testing and Counselling (PITC) atau konseling dan tes HIV atas inisiasi petugas kesehatan (KTIPK) baru diterapkan di beberapa RS, BBKPM/BKPM dan puskesmas di Provinsi Papua, DKI Jakarta dan Jawa Timur, dimulai dengan pelatihan pada pertengahan tahun 2010.



  • Pencegahan HIV dan IMS.

Pemberian KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) pencegahan HIV dan IMS kepada pasien TB dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan media KIE yang telah disediakan. Penyediaan kondom di unit TB masih belum dapat diterapkan



  • Pengobatan preventif dengan kotrimoksasol (PPK) dan IO lainnya. Perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP) ARV untuk HIV/AIDS.

Cakupan pemberian PPK pada pasien ko-infeksi TB-HIV baru sekitar 63% dan sebanyak 29% mendapatkan ARV.

Sumber referensi :




Mari Kita Cegah Ko-Infeksi TB-HIV

TB dan HIV dua dari sekian jenis penyakit menular yang sudah tidak asing lagi di masyarakat. Tapi apakah semua masyarakat sudah cukup paham jika dua penyakit ini mempunyai hubungan yang cukup erat dan bisa dikatakan persekutuan yang berbahaya. Dimana HIV itu meningkatkan resiko terjadinya TB secara signifikan. Peran serta dari tenaga kesehatan supaya masyarakat lebih memahaminya sangat diperlukan. Sehingga nantinya setelah masyarakat cukup paham bisa berpartisipasi dalam upaya penanggulangan kedua penyakit tersebut.

Indonesia sudah berada pada arah yang tepat dalam pelaksanaan program penanggulangan Tuberkulosis (TB), dibuktikan dengan telah dicapainya target global sejak tahun 2006 yaitu penemuan kasus baru >70% dan angka kesembuhan >85%. Namun TB merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Besar dan luasnya masalah TB di Indonesia diperberat dengan adanya peningkatan infeksi HIV/AIDS yang berkembang cepat dan munculnya permasalahan TB-MDR (Multi Drugs Resistant=kebal terhadap bermacam obat).

Seperti kita ketahui bahwa penyakit Tuberkulosis (TB) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar selama berabad-abad. Pelaksanaan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif untuk pencegahan dan pengendalian TB secara bermakna telah banyak menurunkan beban penyakit secara global. Dengan munculnya epidemi HIV merupakan tantangan besar dalam upaya pengendalian TB secara global. Peningkatan prevalensi HIV di Regional Asia Tenggara yang 40 persen dari populasinya telah terinfeksi dengan Mycobacterium tuberculosis (MTB), jika tidak segera ditanggulangi dapat mengancam upaya pengendalian TB.



[caption id="attachment_244" align="aligncenter" width="300"](sumber: writingcompetition.blogspot.com) (sumber: writingcompetition.blogspot.com)[/caption]

Apa pengertian dari  Ko-Infeksi TB-HIV itu?
Pandemi HIV/AIDS di dunia menambah permasalahan TB. Ko-infeksi dengan HIV akan meningkatkan risiko kejadian TB secara signifikan. Di samping itu TB merupakan penyebab utama kematian pada ODHA (sekitar 40-50%). Kematian yang tinggi ini terutama pada TB paru BTA negatif dan TB ekstra paru yang kemungkinan besar disebabkan keterlambatan diagnosis dan terapiTB . Sebagian besar orang yang terinfeksi kuman TB (Mycobacterium tuberculosis) tidak menjadi sakit TB karena mereka mempunyai sistem imunitas yang baik. Infeksi tanpa jadi sakit tersebut dikenal sebagai infeksi TB laten. Namun, pada orang-orang yang sistem imunitasnya menurun misalnya ODHA maka infeksi TB laten tersebut dengan mudah berkembang menjadi sakit TB aktif. Hanya sekitar 10% orang yang tidak terinfeksi HIV bila terinfeksi kuman TB maka akan menjadi sakit TB sepanjang hidupnya; sedangkan pada ODHA, sekitar 60% ODHA yang terinfeksi kuman TB akan menjadi sakit TB aktif. Dengan demikian, mudah dimengerti bahwa epidemi HIV tentunya akan menyulut peningkatan jumlah kasus TB dalam masyarakat.

Pasien TB dengan HIV positif dan ODHA dengan TB disebut sebagai pasien ko-infeksi TB-HIV. Berdasarkan perkiraan WHO, jumlah pasien ko-infeksi TB-HIV di dunia diperkirakan ada sebanyak 14 juta orang. Sekitar 80% pasien ko-infeksi TB-HIV tersebut dijumpai di Sub-Sahara Afrika, namun ada sekitar 3 juta pasien ko-infeksi TB-HIV tersebut terdapat di Asia Tenggara. Dari uraian tersebut diatas, jelas bahwa epidemi HIV sangatlah berpengaruh pada meningkatnya kasus TB. Jadi, pengendalian TB tidak akan berhasil dengan baik tanpa keberhasilan pengendalian HIV. Hal ini berarti bahwa upaya-upaya pencegahan HIV dan perawatan HIV haruslah juga merupakan kegiatan prioritas bagi pengelola program TB.



[caption id="attachment_247" align="aligncenter" width="405"]Faktor Resiko Kejadian TB Faktor Resiko Kejadian TB[/caption]




TB dan HIV adalah persekutuan yang berbahaya ?

Seperti telah di singgung di atas, bahwa Pasien TB dengan HIV positif dan ODHA dengan TB disebut sebagai pasien ko-infeksi TB-HIV. Jadi bisa disimpulkan kedua penyakit ini merupakan persekutuan yang cukup berbahaya. Tuberkulosis dapat terjadi kapanpun saat perjalanan infeksi HIV terjadi.  Dan resiko berkembangnya TB meningkat secara tajam seiring dengan semakin memburuknya sistem kekebalan tubuh. Dibandingkan dengan orang yang tidak terinfeksi HIV maka orang yang terinfeksi HIV berisiko 10 kali lebih besar untuk mendapatkan TB. Notifikasi TB telah meningkat pada populasi di mana infeksi HIV dan M.tuberculosis merupakan hal yang biasa. Seroprevalensi HIV pada TB pasien ini di atas 70%. Ketika infeksi HIV berkembang maka jumlah dan fungsi limfosit-T CD4+ menurun. Sel-sel ini mempunyai peran yang penting untuk melawan kuman TB. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh menjadi kurang mampu untuk mencegah perkembangan dan penyebaran lokal kuman ini. Tuberkulosis ekstraparu dan diseminata (meluas) menjadi lebih lazim ditemukan. Tuberkulosis paru masih merupakan penyakit yang paling sering ditemukan pada orang yang terinfeksi HIV. Gambaran klinisnya tergantung tingkat kekebalan tubuh. Pada individu yang terinfeksi HIV, terdapatnya infeksi lain termasuk TB dapat membuat virus HIV berkembang biak dengan lebih cepat sehingga progresivitas penyakit menjadi lebih cepat.

Secara umum tantangan utama kolaborasi TB-HIV diantaranya :



  1. Meningkatkan jejaring layanan kolaborasi antara program TB dan program HIV.

  2. Meningkatkan akses tes HIV atas inisiasi petugas kesehatannyang ditujukan bagi pasien TB.

  3. Memastikan bahwa pasien yang terdiagnosa TB dan HIV harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal untuk TB dan secara cepat harus di rujuk untuk mendapatkan dukungan dan pengobatan HIV AIDS.

  4. Memastikan pendekatan pelayanan kesehatan pada pasien TB-HIV.

  5. Monitoring dan evaluasi kegiatankolaborasi TB-HIV.

  6. Ekspansi ke seluruh pelayanan kesehatan di Indonesia

Adapun hal-hal yang dilakukan untuk menurunkan beban TB pada ODHA diantranya :



  • Intensifikasi penemuan kasus TB pada ODHA

Kegiatan intensifikasi penemuan kasus TB pada ODHA yang dimulai dengan penerapan skrining gejala dan tanda TB pada ODHA telah dijalankan secara rutin di klinik Konseling dan tes HIV secara sukarela (KTS) dan PDP di beberapa RS rujukan ARV dan Puskesmas dengan menggunakan formulir skrining TB. Dari 18 provinsi yang telah melaporkan data TB-HIV pada tahun 2011, ditemukan bahwa sebanyak 63% ODHA telah diskrining untuk gejala dan tanda TB ; 9,2% di antaranya didiagnosis TB. Untuk menjamin penegakan diagnosis TB yang berkualitas pada ODHA dengan suspek TB telah dibangun jejaring antara unit KTS/PDP dengan unit DOTS. Beberapa unit KTS/PDP sudah dapat memulai dan atau meneruskan pengobatan TB termasuk mengisi dan melengkapi formulir TB .01.



  • Pengobatan pencegahan dengan INH

Kebijakan nasional kolaborasi TB-HIV belum memasukkan pemberian Isoniazid preventive therapy (IPT) pada ODHA sebagai standar layanan rutin sehingga belum ada praktek pemberian IPT pada ODHA yang dilaporkan. Tetapi mulai bulan Mei 2012 telah dilaksanakan kegiatan pendahuluan pemberian INH profilaksis untuk ODHA di 2 Provinsi (Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat), 4 RS (RS Persahabatan, RS Cipto Mangunkusumo, RS Hasan Sadikin dan RS Marzuki Mahdi). Penerapan pengendalian infeksi TB di unit KTS/PDP dilakukan melalui penguatan tim pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) RS melalui pelatihan petugas yang diselenggarakan dengan kerjasama antara Subdit TB dengan Subdit RS Khusus Ditjen Bina Upaya Kesehatan Spesialistik dan Perdalin.



  • Memastikan pencegahan dan pengendalian (PPI) TB di layanan HIV

Sedangkan Pengendalian Infeksi di Puskesmas dan Lapas/Rutan dimulai dengan melakukan assessment dan sosialisasi di 7 provinsi bekerja sama dengan Subdit Institusi Ditjen Bina Upaya Kesehatan Dasar dan Ditjen Pemasyarakatan. Pemasangan poster cara menutup mulut dan hidung pada waktu batuk/bersin dan penyediaan masker untuk klien dan ODHA yang mempunyai gejala batuk sudah diimplementasikan di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan.

Sedangkan hal-hal yang dilakukan untuk menurunkan beban HIV-AIDS pada pasien TB adalah :



  • Menyediakan layanan tes HIV pada pasien TB dan konseling

Walaupun berdasarkan kebijakan nasional pelaksanaan kolaborasi TB-HIV, konseling dan tes HIV dilakukan pada semua pasien TB di daerah epidemi HIV meluas tetapi data dari Provinsi Papua menunjukkan baru sekitar 22% pasien TB yang dikonseling dan tes HIV. Sedangkan di daerah dengan epidemi terkonsentrasi, konseling dan tes HIV yang dilakukan pada pasien TB dengan faktor risiko HIV bervariasi antar wilayah antara 0,1 - 6%. Provider Initiated Testing and Counselling (PITC) atau konseling dan tes HIV atas inisiasi petugas kesehatan (KTIPK) baru diterapkan di beberapa RS, BBKPM/BKPM dan puskesmas di Provinsi Papua, DKI Jakarta dan Jawa Timur, dimulai dengan pelatihan pada pertengahan tahun 2010.



  • Pencegahan HIV dan IMS.

Pemberian KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) pencegahan HIV dan IMS kepada pasien TB dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan media KIE yang telah disediakan. Penyediaan kondom di unit TB masih belum dapat diterapkan



  • Pengobatan preventif dengan kotrimoksasol (PPK) dan IO lainnya. Perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP) ARV untuk HIV/AIDS.

Cakupan pemberian PPK pada pasien ko-infeksi TB-HIV baru sekitar 63% dan sebanyak 29% mendapatkan ARV.

Sumber referensi :




Wednesday, 28 May 2014

Sederhana Tapi Penuh Cinta

Sederhana Tapi Penuh Cinta

Rasanya tak akan ada habisnya bila membahas soal cinta. Cinta dapat menjadi sumber inspirasi semua orang, entah itu novelis sebagai inspirasi untuk novelnya, entah itu sineas untuk inspirasi filmnya, musisi untuk inspirasi lyric lagu, dan masih banyak lagi profesi atau pun kalangan yang menggunakan cinta sebagai inspirasinya.

Dan termasuk saya, saya sering menjadikan cinta sebagai inspirasi hidup saya. Cinta selalu menjadikan inspirasi dalam setiap bait puisi yang saya buat ataupun tulisan-tulisan lainnya. Cinta Illahi yang begitu besar terhadap kita umatnya, cinta ibu terhadap anak-anaknya. Dan masih banyak lagi cinta yang menjadikan orang menjadi terinspirasi untuk melakukan sesuatu atas dasar cinta. Kali ini saya akan membahas cinta terhadap keluarga kecil. Khususnya terhadap keluarga kecil saya.

Berawal dari ketika saya dan suami mengucap janji suci, saya sudah menerima suami dengan semua kekurangan dan kelebihannya. Terlebih dengan pertemuan singkat kami yang tidak ada masa pacaran seperti pada umumnya remaja lainnya. Atas dasar cinta dan niat ibadah kami menikah tanpa memerlukan waktu lama untuk saling kenal. Dan tanpa memerlukan waktu lama juga kita di berkahi momongan, sungguh rezeki yang sangat luar biasa yang Alloh berikan pada kami. Kemudian hanya berselang 1 tahun lamanya kami di anugerahi lagi anak ke dua, dan Alhamdulillah anak ke dua kami laki-laki sehingga sudah lengkap rasanya keluarga kecil kami, anak pertama perempuan dan anak ke dua laki-laki.

Cinta Sejati

Robb
Izinkan aku mencintainya
Izinkan aku menyayanginya
Izinkan aku menjadikannya imam selamanya

Aku berharap selalu bersama
Dalam suka dan duka
Aku berharap selalu bersama
Didunia dan akhirat

Dalam kerasnya hidup
Dalam perjalanan cinta
Kebersamaan kita telah menjawab
Bahwa dialah cinta sejatiku

Aku ingin kebersamaan dengannya
Jalan aku lebih dekat denganMu
Jalan aku mejadi perhiasan dunia
Jalan aku menjadi penghuni bidadari syurgaMu

Bersamanya ingin kugapai Baitti Jannati
Menjaga dan merawat amanahMu
Menjadikan mereka sholeh dan sholehah
Amin Ya Robbal Alamin

Anak-anak buat saya menjadi pelipur di kala saya lelah pulang kerja, di kala jenuh melanda dan di kala masalah mendera. Mereka selalu memberi senyum tulusnya pada, mereka memeluk, mencium dan mengucapkan jika mereka sayang dan cinta. Sungguh suatu kebahagiaan yang tidak bisa di ukur dengan harta dan tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Saya rela melakukan apapun demi mereka, saya harus bekerja keras untuk masa depan mereka, untuk pendidikan mereka dan untuk kebahagiaan mereka. Saya tidak pernah menerima pekerjaan yang sangat menyita waktu, dari pagi sampai sore bahkan sampai malam sehingga waktu saya untuk kelurga, untuk anak-anak hanya sedikit. Meskipun saya mendapat imbalan yang lebih saya selalu menolaknya jika pekerjaan itu menyita waktu. Buat apa saya berpenghasilan banyak tapi waktu saya untuk mereka sangat sedikit. Saya memilih banyak waktu di rumah untuk keluarga, untuk anak-anak saya. Saya tidak mau melewatkan perkembangan mereka. Saya selalu menyiapkan semua keperluan mereka dengan tangan saya sendiri termasuk mengantar dan menjemput sekolahnya. Saya bekerja tidak mengejar karier dan jabatan, saya bekerja hanya mengamalkan ilmu yang saya miliki. Saya memilih tidak mempunyai jabatan apa-apa di tempat saya bekerja tapi waktu saya untuk keluarga lebih banyak.

Anakku

Anakku
Maafkan ibu belum bisa menjadi ibu yang baik
Ibu tidak bisa selalu mendampingi kalian
Ibu terkadang harus meninggalkan kalian untuk sebuah tugas

Maafkan ibu tidak pernah memanjakan kalian
Dengan mainan mahal dan bagus
Barang-barang bagus dan bermerek
Jalan-jalan dengan kendaraan mewah

Anakku
Jika kalian terbiasa dengan kemewahan
Kalian tidak akan bisa jika suatu saat
Harus hidup dengan sederhana

Anakku
Semua ibu lakukan
Demi masa depan kalian
Demi pendidikan kalian



[caption id="attachment_230" align="aligncenter" width="225"]@NunkArif (kirana & zaki)[/caption]
Ketika saya menyiapkan segala sesuatunya untuk mereka dengan kasih sayang, dengan cinta, ada kebahagaiaan tersendiri yang saya rasakan. Hal terkecil misalnya ketika saya memasak untuk mereka, mereka pun selalu memberi apresiasi. Dengan bahasa anak-anak yang sangat polos tapi penuh kejujuran, mereka bilang “masakan ibu enak” sungguh saya merasa sangat tersanjung, anak-anak saya menyukai apa yang saya berikan. Begitu juga ketika saya mendandani mereka, kemudian saya menciumnya sambil mengatakan “kakak cantik, ade ganteng” dan mereka pun balik memberikan pujian pada saya ketika saya memakai pakaian yang menurut mereka bagus, mereka selalu mengatakan “ibu cantik”. Kata-kata yang sederhana tapi sungguh mengandung arti dan cinta kasih. Cinta dalam keluarga kami semakin tumbuh dan tumbuh, anak-anak kami berkembang dengan baik dan sehat. Meski keluarga saya tak di anugerahi harta yang berlebih, tapi apa yang kami miliki saat ini sudah lebih dari cukup. Anak-anak dan suami adalah harta yang paling berharga. Saya bahagia dengan keadaan sekarang, saya tak pernah membandingkan dengan keluarga orang lain, dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Saya tak pernah melihat ke atas, kami selalu berprinsip, kami bahagia dengan apa yang dimiliki sekarang, dengan cinta yang dimiliki. Saya yakin Alloh telah memberikan apa yang terbaik untuk keluarga saya. Cinta yang tulus dan suci diantara kami, sehingga seberat apapun masalah yang menimpa keluarga kami, kami selalu saling menguatkan dengan cinta yang kami miliki.

Sederhana Tapi Penuh Cinta

Sederhana Tapi Penuh Cinta

Rasanya tak akan ada habisnya bila membahas soal cinta. Cinta dapat menjadi sumber inspirasi semua orang, entah itu novelis sebagai inspirasi untuk novelnya, entah itu sineas untuk inspirasi filmnya, musisi untuk inspirasi lyric lagu, dan masih banyak lagi profesi atau pun kalangan yang menggunakan cinta sebagai inspirasinya.

Dan termasuk saya, saya sering menjadikan cinta sebagai inspirasi hidup saya. Cinta selalu menjadikan inspirasi dalam setiap bait puisi yang saya buat ataupun tulisan-tulisan lainnya. Cinta Illahi yang begitu besar terhadap kita umatnya, cinta ibu terhadap anak-anaknya. Dan masih banyak lagi cinta yang menjadikan orang menjadi terinspirasi untuk melakukan sesuatu atas dasar cinta. Kali ini saya akan membahas cinta terhadap keluarga kecil. Khususnya terhadap keluarga kecil saya.

Berawal dari ketika saya dan suami mengucap janji suci, saya sudah menerima suami dengan semua kekurangan dan kelebihannya. Terlebih dengan pertemuan singkat kami yang tidak ada masa pacaran seperti pada umumnya remaja lainnya. Atas dasar cinta dan niat ibadah kami menikah tanpa memerlukan waktu lama untuk saling kenal. Dan tanpa memerlukan waktu lama juga kita di berkahi momongan, sungguh rezeki yang sangat luar biasa yang Alloh berikan pada kami. Kemudian hanya berselang 1 tahun lamanya kami di anugerahi lagi anak ke dua, dan Alhamdulillah anak ke dua kami laki-laki sehingga sudah lengkap rasanya keluarga kecil kami, anak pertama perempuan dan anak ke dua laki-laki.

Cinta Sejati

Robb
Izinkan aku mencintainya
Izinkan aku menyayanginya
Izinkan aku menjadikannya imam selamanya

Aku berharap selalu bersama
Dalam suka dan duka
Aku berharap selalu bersama
Didunia dan akhirat

Dalam kerasnya hidup
Dalam perjalanan cinta
Kebersamaan kita telah menjawab
Bahwa dialah cinta sejatiku

Aku ingin kebersamaan dengannya
Jalan aku lebih dekat denganMu
Jalan aku mejadi perhiasan dunia
Jalan aku menjadi penghuni bidadari syurgaMu

Bersamanya ingin kugapai Baitti Jannati
Menjaga dan merawat amanahMu
Menjadikan mereka sholeh dan sholehah
Amin Ya Robbal Alamin

Anak-anak buat saya menjadi pelipur di kala saya lelah pulang kerja, di kala jenuh melanda dan di kala masalah mendera. Mereka selalu memberi senyum tulusnya pada, mereka memeluk, mencium dan mengucapkan jika mereka sayang dan cinta. Sungguh suatu kebahagiaan yang tidak bisa di ukur dengan harta dan tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Saya rela melakukan apapun demi mereka, saya harus bekerja keras untuk masa depan mereka, untuk pendidikan mereka dan untuk kebahagiaan mereka. Saya tidak pernah menerima pekerjaan yang sangat menyita waktu, dari pagi sampai sore bahkan sampai malam sehingga waktu saya untuk kelurga, untuk anak-anak hanya sedikit. Meskipun saya mendapat imbalan yang lebih saya selalu menolaknya jika pekerjaan itu menyita waktu. Buat apa saya berpenghasilan banyak tapi waktu saya untuk mereka sangat sedikit. Saya memilih banyak waktu di rumah untuk keluarga, untuk anak-anak saya. Saya tidak mau melewatkan perkembangan mereka. Saya selalu menyiapkan semua keperluan mereka dengan tangan saya sendiri termasuk mengantar dan menjemput sekolahnya. Saya bekerja tidak mengejar karier dan jabatan, saya bekerja hanya mengamalkan ilmu yang saya miliki. Saya memilih tidak mempunyai jabatan apa-apa di tempat saya bekerja tapi waktu saya untuk keluarga lebih banyak.

Anakku

Anakku
Maafkan ibu belum bisa menjadi ibu yang baik
Ibu tidak bisa selalu mendampingi kalian
Ibu terkadang harus meninggalkan kalian untuk sebuah tugas

Maafkan ibu tidak pernah memanjakan kalian
Dengan mainan mahal dan bagus
Barang-barang bagus dan bermerek
Jalan-jalan dengan kendaraan mewah

Anakku
Jika kalian terbiasa dengan kemewahan
Kalian tidak akan bisa jika suatu saat
Harus hidup dengan sederhana

Anakku
Semua ibu lakukan
Demi masa depan kalian
Demi pendidikan kalian



[caption id="attachment_230" align="aligncenter" width="225"]@NunkArif (kirana & zaki)[/caption]
Ketika saya menyiapkan segala sesuatunya untuk mereka dengan kasih sayang, dengan cinta, ada kebahagaiaan tersendiri yang saya rasakan. Hal terkecil misalnya ketika saya memasak untuk mereka, mereka pun selalu memberi apresiasi. Dengan bahasa anak-anak yang sangat polos tapi penuh kejujuran, mereka bilang “masakan ibu enak” sungguh saya merasa sangat tersanjung, anak-anak saya menyukai apa yang saya berikan. Begitu juga ketika saya mendandani mereka, kemudian saya menciumnya sambil mengatakan “kakak cantik, ade ganteng” dan mereka pun balik memberikan pujian pada saya ketika saya memakai pakaian yang menurut mereka bagus, mereka selalu mengatakan “ibu cantik”. Kata-kata yang sederhana tapi sungguh mengandung arti dan cinta kasih. Cinta dalam keluarga kami semakin tumbuh dan tumbuh, anak-anak kami berkembang dengan baik dan sehat. Meski keluarga saya tak di anugerahi harta yang berlebih, tapi apa yang kami miliki saat ini sudah lebih dari cukup. Anak-anak dan suami adalah harta yang paling berharga. Saya bahagia dengan keadaan sekarang, saya tak pernah membandingkan dengan keluarga orang lain, dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Saya tak pernah melihat ke atas, kami selalu berprinsip, kami bahagia dengan apa yang dimiliki sekarang, dengan cinta yang dimiliki. Saya yakin Alloh telah memberikan apa yang terbaik untuk keluarga saya. Cinta yang tulus dan suci diantara kami, sehingga seberat apapun masalah yang menimpa keluarga kami, kami selalu saling menguatkan dengan cinta yang kami miliki.

Tuesday, 27 May 2014

Siaga Demam Berdarah

Siaga Terhadap Demam Berdarah

Demam berdarah merupakan masalah kesehatan di dunia, tak terkecuali di Indonesia. penyakit yang cukup sering terjadi terjadi di usia anak-anak dan dewasa. Angka kejadian demam berdarah di Indonesia cukup tinggi. Bahkan Indonesia menduduki peringkat kedua penderita demam berdarah setelah Brazil. Data kementrian kesehatan 2009-2011 pun menunjukkan jumlah rata-rata kasus akibat virus dengue di Indonesia mencapai angka kematiann 1.125 kasus. Sekaligus menempatkan Indonesia sebagai Negara tertinggi dalam kasus penyakit dengue di Asia Tenggara.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkasifikasikan dengue sebagai infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk yang mmenyebabkan penyakit seperti flu yang parah dan kadang-kadang komplikasi yang berpotensi mematikan yang disebut demam berdarah. Data dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat melaporkan transmisi penyakit demam berdarah didaratan Amerika Serikat sebagian besar karena perjalanan ke daerah-daerah subtropics dan tropis. Data dari WHO menunjukkan angka kejadian demam berdarah meningkat 30 kali lipat selama lebih dari 50 tahun. Menuurut data statistic terbaru dari Orgaisasi Kesehatan Dunia(WHO) 50-100 juta infeksi diperkirakan terjadi setiap tahun dilebih dari 100 negara endemic, menempatkan hampir setengah populasi dunia beresiko untuk tertular.
Demam berdarah umumnya ditandai demam tinggi mendadak, sakit kepala yang hebat, rasa sakit dibelakang mata,otot dan sendi. hilangnya nafsu makan, mual-mual dan ruam. Gejala pada anak dapat berupa demam ringan disertai ruam. Pada demam berdarah yang lebih parah ditandai dengan demam tinggi selama dua sampaitujuh hari. Berikutnya dapat muncul kecenderungan perdarahan seperti memar, hidung dan gusi berdarah, dan juga perdarahan dalam tubuh. pada kasus yang sangat parah mungkin berlanjut pada kegagalan saluran pernafasan, shock dan kematian.
Kasus demam berdarah hampir dengue selalu mencuat dimusim penghujan. Lingkungan alam yang tropis, sanitasi dan kebersihan yang buruk, serta rendahnya kesadaran masyarakat, menjadi alasan utama maraknya kejadaian demam berdarah disetiap tahunnya. Belum adanya obat-obatan untuk penyakit demam berdarah merupakan alasan juga mengapa kasus demam berdarah belum dapat diatasi.
Penyakit demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, yang kemudian ditularkan kepada manusia melalui nyamuk aedes aegifty. Nyamuk ini pada umunya bersarang pada di daerah-daerah yang memiliki genangan air kemudain melapaskan telurnya di genangan air tersebut. Pada umumnya nyamuk ini menggigit pada pagi hari. Cir-ciri morfologis nyamuk ini adalah memiliki garis hitam dan putih pada bagian tubuhnya. Saat ini kasus demam berdarah di Indonesia bermunculan dan dapat menajdi ancaman serius jika tidak mendapat respon yang cepat serta antisipasi yang lebih dari masyarakat. Masa penghujan merupakan masa yang baik untuk berkembang biaknya nyamuk ini karena secara siklusnya masa inkubasi nyamuk ini hanya dua minggu. Hal yang palin fatal ketika penanganan terlambat adalah kematian.
Bertindak cepat dan siaga untuk wabah demam berdarah adalah tindakan yang tepat. Terlebih ketika di musim hujan tiba masyarakat sebaiknya bertindak cepat dan siaga menghadapi penyakit demam berdarah ini. Karena sekali wabah ini menyebar maka angka penderita demam berdarah akan terus meningkat dan dapat menyebabkan status kejadian luar biasa.
Hingga saat ini di upaya pencegahan masih terfokus pada upaya terhindar dari gigitan nyamuk dan pemberantasan sarang nyamuk, seperti pengasapan (fogging), larvasida (pemberantasan jentik nyamuk) dan penggunaan obat anti nyamuk secara individual.
Kita juga dapat menerapkan langkah 3M yaitu; menguras bak kamar mandi, menutup penampungan sampah, dan mengubur barang-barang yang sekiranya dapat menjadi genangan air, dimana nantinya dikhawatirkan akan menyebabkan berkembangbiaknya larva nyamuk ini. Menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan juga merupakan usaha pencegahan penyakit ini. Dan begitu ada penderita atau korban yang mengalami gejala demam berdarah segera bawa ke rumah sakit agar mendapat pertolongan segera dan tepat.
Bagi pemerintah sendiri dengan bersiap siaga terhadap wabah demam berdarah menjadi tindakan yang tepat dan cepat, gunamenekan angka kematian akibat penyakit demam berdarah. Pemerintah melalui dinas-dinas kesehatan dapat melakukan sosialisasi terhadap masyarakat awam mengenai gejala penyakit demam berdarah melaluipenyuluhan-penyulahan, iklan dimedia televise ataupun lewat social media, selain itu diharapkan dinas-dinas kesehatan melakukan fogging secara berkaladi daerah-daerah yang disinyalir menjadi aerah endemis wabah demam berdarah.

[caption id="attachment_222" align="aligncenter" width="300"]pencegahan DBD contoh pencegahan demam berdarah[/caption]

Selain itu yang tak kalah penting adalah melaksanakan perilaku hidup sehat, terutama peduli terhadap kesehatan lingkungan. Semua ini menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan secara bersinergi anatara individu, komponen masyarakat agar upaya pencegahan demam berdarah dapat terwujud lebih optimal di Indonesia.

Siaga Demam Berdarah

Siaga Terhadap Demam Berdarah

Demam berdarah merupakan masalah kesehatan di dunia, tak terkecuali di Indonesia. penyakit yang cukup sering terjadi terjadi di usia anak-anak dan dewasa. Angka kejadian demam berdarah di Indonesia cukup tinggi. Bahkan Indonesia menduduki peringkat kedua penderita demam berdarah setelah Brazil. Data kementrian kesehatan 2009-2011 pun menunjukkan jumlah rata-rata kasus akibat virus dengue di Indonesia mencapai angka kematiann 1.125 kasus. Sekaligus menempatkan Indonesia sebagai Negara tertinggi dalam kasus penyakit dengue di Asia Tenggara.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkasifikasikan dengue sebagai infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk yang mmenyebabkan penyakit seperti flu yang parah dan kadang-kadang komplikasi yang berpotensi mematikan yang disebut demam berdarah. Data dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat melaporkan transmisi penyakit demam berdarah didaratan Amerika Serikat sebagian besar karena perjalanan ke daerah-daerah subtropics dan tropis. Data dari WHO menunjukkan angka kejadian demam berdarah meningkat 30 kali lipat selama lebih dari 50 tahun. Menuurut data statistic terbaru dari Orgaisasi Kesehatan Dunia(WHO) 50-100 juta infeksi diperkirakan terjadi setiap tahun dilebih dari 100 negara endemic, menempatkan hampir setengah populasi dunia beresiko untuk tertular.
Demam berdarah umumnya ditandai demam tinggi mendadak, sakit kepala yang hebat, rasa sakit dibelakang mata,otot dan sendi. hilangnya nafsu makan, mual-mual dan ruam. Gejala pada anak dapat berupa demam ringan disertai ruam. Pada demam berdarah yang lebih parah ditandai dengan demam tinggi selama dua sampaitujuh hari. Berikutnya dapat muncul kecenderungan perdarahan seperti memar, hidung dan gusi berdarah, dan juga perdarahan dalam tubuh. pada kasus yang sangat parah mungkin berlanjut pada kegagalan saluran pernafasan, shock dan kematian.
Kasus demam berdarah hampir dengue selalu mencuat dimusim penghujan. Lingkungan alam yang tropis, sanitasi dan kebersihan yang buruk, serta rendahnya kesadaran masyarakat, menjadi alasan utama maraknya kejadaian demam berdarah disetiap tahunnya. Belum adanya obat-obatan untuk penyakit demam berdarah merupakan alasan juga mengapa kasus demam berdarah belum dapat diatasi.
Penyakit demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, yang kemudian ditularkan kepada manusia melalui nyamuk aedes aegifty. Nyamuk ini pada umunya bersarang pada di daerah-daerah yang memiliki genangan air kemudain melapaskan telurnya di genangan air tersebut. Pada umumnya nyamuk ini menggigit pada pagi hari. Cir-ciri morfologis nyamuk ini adalah memiliki garis hitam dan putih pada bagian tubuhnya. Saat ini kasus demam berdarah di Indonesia bermunculan dan dapat menajdi ancaman serius jika tidak mendapat respon yang cepat serta antisipasi yang lebih dari masyarakat. Masa penghujan merupakan masa yang baik untuk berkembang biaknya nyamuk ini karena secara siklusnya masa inkubasi nyamuk ini hanya dua minggu. Hal yang palin fatal ketika penanganan terlambat adalah kematian.
Bertindak cepat dan siaga untuk wabah demam berdarah adalah tindakan yang tepat. Terlebih ketika di musim hujan tiba masyarakat sebaiknya bertindak cepat dan siaga menghadapi penyakit demam berdarah ini. Karena sekali wabah ini menyebar maka angka penderita demam berdarah akan terus meningkat dan dapat menyebabkan status kejadian luar biasa.
Hingga saat ini di upaya pencegahan masih terfokus pada upaya terhindar dari gigitan nyamuk dan pemberantasan sarang nyamuk, seperti pengasapan (fogging), larvasida (pemberantasan jentik nyamuk) dan penggunaan obat anti nyamuk secara individual.
Kita juga dapat menerapkan langkah 3M yaitu; menguras bak kamar mandi, menutup penampungan sampah, dan mengubur barang-barang yang sekiranya dapat menjadi genangan air, dimana nantinya dikhawatirkan akan menyebabkan berkembangbiaknya larva nyamuk ini. Menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan juga merupakan usaha pencegahan penyakit ini. Dan begitu ada penderita atau korban yang mengalami gejala demam berdarah segera bawa ke rumah sakit agar mendapat pertolongan segera dan tepat.
Bagi pemerintah sendiri dengan bersiap siaga terhadap wabah demam berdarah menjadi tindakan yang tepat dan cepat, gunamenekan angka kematian akibat penyakit demam berdarah. Pemerintah melalui dinas-dinas kesehatan dapat melakukan sosialisasi terhadap masyarakat awam mengenai gejala penyakit demam berdarah melaluipenyuluhan-penyulahan, iklan dimedia televise ataupun lewat social media, selain itu diharapkan dinas-dinas kesehatan melakukan fogging secara berkaladi daerah-daerah yang disinyalir menjadi aerah endemis wabah demam berdarah.

[caption id="attachment_222" align="aligncenter" width="300"]pencegahan DBD contoh pencegahan demam berdarah[/caption]

Selain itu yang tak kalah penting adalah melaksanakan perilaku hidup sehat, terutama peduli terhadap kesehatan lingkungan. Semua ini menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan secara bersinergi anatara individu, komponen masyarakat agar upaya pencegahan demam berdarah dapat terwujud lebih optimal di Indonesia.

Monday, 26 May 2014

Bijak dalam Menggunakan Kartu Kredit

Dewasa ini kepemilikan kartu kredit relative mudah. Orang dengan mudah bisa mendapatkan fasilitas kartu kredit. Untuk hidup di kota besar dan terlebih bagi yang sering melakukan transaksi cecara on line memang diperlukan katu kredit. Hal ini untuk memudahkan transaksi dan menghindari membawa uang tunai untuk menghindari terjadinya kejahatan.
Tapi menggunakan kartu kredit haruslah berhati-hati dan menghindari pemakaian yang berlebihan. Kita harus pintar dan jeli dalam menggunakan kartu kredit. Jangan sampai kita keenakan menggunakan kartu kredit. Berikut sedikit tips dari saya dalam menggunakan kartu kredit :
1. Gunakan sesuai kebutuhan
Gunakan kartu kredit hanya untuk keperluan yang memang sangat diperlukan dan ketika keuangan kita memang sedang kurang. Misalnya untuk yang bekerja diinstansi dimana pertengahan bulan kadang-kadang keuangan sudah tipis. Pada saat inilah kita memerlukan kartu kredit untuk mencukupi kebutuhan. Hindari penggunaan untuk barang-barang yang memang tidak diperlukan. Hal ini untuk menghindari pada saat pembayaran.
2. Gunakan jika ada promosi
Pada saat- saat tertentu ada program promosi dari kartu kredit. Misalnya ada discon atapun program lain dari kartu kredit tersebut. Kita bisa memanfaatkannya jika memang memerlukan dan mau memanfaatkannya.
3. Ketahui tanggal cetak dan jatuh tempo
Mengetahui tanggal cetak dan tanggal jatuh tempo kartu kredit sangatlah penting. Kita bisa mengetahui kapan pembayaran harus dilakukan agar tidak terlambat sehingga bisa bebas dari denda keterlambatan. Selain itu dengan mengetahui tanggal cetak dan tanggal jatuh tempo, kita bisa mengatur penggunaannya.
4. Ketahui bunga charge saat transaksi
Mengetahui bunga charge pada saat akan melakukan transaksi sangatlah penting, hal ini bisa jadi bahan pertimbangan dalam melakuan transaksi. Bila memang bunga charge terlalu tinggi apakah kita akan tetap melaksanakan transaksi atau tidak. Terlebih jika limit kartu sudah terlalu besar pemakaiannya, dan saldo sedikit lagi, dan jika kita melakukan transaksi tersebut dengan bunga yang cukup tinggi akan mengakibatkan over limit pemakaian kartu, hal itu bisa dihindari. Karena over imit akan dikenakan biaya juga.
5. Ketahui jumlah dan kapan iuran tahunannya
Setiap kartu kredit akan dikenakan iuran tahunan yang besarnya tergantung dari jenis kartu dan pihak yang mengeluarkannya. Penting untuk diketahui sebagai gambaran kapan kita harus membayar iuran tahunan yang tentunya bisa menjadi persiapan untuk pembayarannya.
6. Jika tidak memerlukan, sebaiknya hindari penggunaannya
Jika merasa tidak memerlukan kartu kredit, sebaiknya memang dihindari, pemakain dengan menggunakan debit ataupun uang tunai akan lebih baik. Kalau memang dana mencukupi sebaiknya gunakan transakasi tunai ataupun debit. Hal ini untuk menekan pemakaian kartu kredit dan menghindari menghutang. Bagaimanapun juga pemakaian kartu kredit sama saja dengan berhutang.

Bijak dalam Menggunakan Kartu Kredit

Dewasa ini kepemilikan kartu kredit relative mudah. Orang dengan mudah bisa mendapatkan fasilitas kartu kredit. Untuk hidup di kota besar dan terlebih bagi yang sering melakukan transaksi cecara on line memang diperlukan katu kredit. Hal ini untuk memudahkan transaksi dan menghindari membawa uang tunai untuk menghindari terjadinya kejahatan.
Tapi menggunakan kartu kredit haruslah berhati-hati dan menghindari pemakaian yang berlebihan. Kita harus pintar dan jeli dalam menggunakan kartu kredit. Jangan sampai kita keenakan menggunakan kartu kredit. Berikut sedikit tips dari saya dalam menggunakan kartu kredit :
1. Gunakan sesuai kebutuhan
Gunakan kartu kredit hanya untuk keperluan yang memang sangat diperlukan dan ketika keuangan kita memang sedang kurang. Misalnya untuk yang bekerja diinstansi dimana pertengahan bulan kadang-kadang keuangan sudah tipis. Pada saat inilah kita memerlukan kartu kredit untuk mencukupi kebutuhan. Hindari penggunaan untuk barang-barang yang memang tidak diperlukan. Hal ini untuk menghindari pada saat pembayaran.
2. Gunakan jika ada promosi
Pada saat- saat tertentu ada program promosi dari kartu kredit. Misalnya ada discon atapun program lain dari kartu kredit tersebut. Kita bisa memanfaatkannya jika memang memerlukan dan mau memanfaatkannya.
3. Ketahui tanggal cetak dan jatuh tempo
Mengetahui tanggal cetak dan tanggal jatuh tempo kartu kredit sangatlah penting. Kita bisa mengetahui kapan pembayaran harus dilakukan agar tidak terlambat sehingga bisa bebas dari denda keterlambatan. Selain itu dengan mengetahui tanggal cetak dan tanggal jatuh tempo, kita bisa mengatur penggunaannya.
4. Ketahui bunga charge saat transaksi
Mengetahui bunga charge pada saat akan melakukan transaksi sangatlah penting, hal ini bisa jadi bahan pertimbangan dalam melakuan transaksi. Bila memang bunga charge terlalu tinggi apakah kita akan tetap melaksanakan transaksi atau tidak. Terlebih jika limit kartu sudah terlalu besar pemakaiannya, dan saldo sedikit lagi, dan jika kita melakukan transaksi tersebut dengan bunga yang cukup tinggi akan mengakibatkan over limit pemakaian kartu, hal itu bisa dihindari. Karena over imit akan dikenakan biaya juga.
5. Ketahui jumlah dan kapan iuran tahunannya
Setiap kartu kredit akan dikenakan iuran tahunan yang besarnya tergantung dari jenis kartu dan pihak yang mengeluarkannya. Penting untuk diketahui sebagai gambaran kapan kita harus membayar iuran tahunan yang tentunya bisa menjadi persiapan untuk pembayarannya.
6. Jika tidak memerlukan, sebaiknya hindari penggunaannya
Jika merasa tidak memerlukan kartu kredit, sebaiknya memang dihindari, pemakain dengan menggunakan debit ataupun uang tunai akan lebih baik. Kalau memang dana mencukupi sebaiknya gunakan transakasi tunai ataupun debit. Hal ini untuk menekan pemakaian kartu kredit dan menghindari menghutang. Bagaimanapun juga pemakaian kartu kredit sama saja dengan berhutang.

Sunday, 18 May 2014

Mari obati dan cegah TB Resistensi Obat

Ketika kita mendengar kata resisten yang terbersit dalam benak kita dalah kekebalan, ketahanan. Lalu bagaimana dengan TB resisten obat? Apakah masyarakat sudah cukup mengenal atau bahkan paham tentang TB resisten obat? Bagaimana pengobatannya dan juga pencegahannya supaya tidak terjadi TB resisten obat?
Yang dimakasud dengan TB resisten obat adalah TB yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang telah mengalami kekebalan ternadap OAT (Obat Anti TB). Resisten terhadap obat anti TB ini dapat terjadi karena pemberian obat yang tidak tepat, yaitu pasien tidak menyelesaikan pengobatan yang diberikan, atau pun jika petugas kesehatan memberikan pengobatan yang tidak tepat, baik itu panduan, dosis obat, lama pengobatan, dan juga kualitas obat. Selain itu TB resisten obat juga bisa terjadi karena adanya kendala suplai obat yang tidak selalu tersedia.
Bagaimana penularan kuman TB resisten obat? Penularan kuman TB resisten obat adalah sama seperti halnya penularan kuman TB yang tidak resisten obat pada umumnya. Lalu siapakah yang mempunyai resiko terkena TB resisten obat? TB resisten obat dapat mengenai siapa saja, akan tetapi biasanya terjadi pada orang dengan riwayat:
- Tidak meminum obat TB secara teratur atau seperti yang disarankan oleh petugas kesehatan.
- Menderita TB berulang serta mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan TB sebelumnya
- Datang dari wilayah yang mempunyai beban TB resisten obat yang tinggi
- Kontak erat dengan seseorang yang menderita TB resisten obat
Kemudian bagaimana diagnosis TB resisten obat bisa ditegakkan? Untuk menegakkan diagnosis TB resisten obat, dilakukan dengan menggunakan test cepat dengan metode PCR dan pemerikasaan biakan serta uji kepekaan kuman terhadap obat TB (Drugs Sensitivity Test/ DST).
Bagaimana pengobatan terhadap orang TB resisten obat? Pengobatannya lebih sulit jika dibandingkan dengan pengobatan kuman TB yang masih sensitive. Dan angka keberhasilannya pun tergantung pada seberapa cepat kasus TB resisten obat ini teridentifikasi serta ketersediaan pengobatan yang efektif.
Apakah TB resisten obat dapat disembuhkan? TB resisten obat dapat disembuhkan, meskipun membutuhkan waktu sekitar 18-24 bulan. Harga untuk obat lini kedua jauh lebih mahal (bisa mencapai seratus kali lipat bila dibandingkan dengan pengobatan TB biasa), dan penanganannya pun lebih sulit. Selain itu panduan pengobatannya pun cukup rumit, dengan jumlah obat yang lebih banyak, dan efek samping yang disebabkannya juga lebih berat.
Bagaimana cara penceghan terhadap TB resisten obat? Adapun cara pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya TB resisten obat adalah :
- Dengan mendiagnosis secara dini setiap terduga TB resisten obat dan dilanjutkan dengan pengobatan OAT lini kedua sesuai standard. Pengobatannya harus dipantau untuk memastikan kepatuhan dan ketuntasannya, serta harsu dilaporkan kepada surveilans.
- Pengobatan TB dengan tatalaksana yang tidak berstandar baik dalam hal panduan, lama dan cara pemberian pengobatan menjadi factor pencetus untuk meningkatnya jumlah kasus TB resisten obat.
- Untuk mencegah penularan kumannya, pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat, harus dilakukan disetiap fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien dengan TB resisten obat.
Itulah tentang TB resisten obat, penanganan serta pencegahan yang bisa dilakukan untuk TB resisten obat. Sumber informasi ini dari www.tbindonesia.or.id

Mari obati dan cegah TB Resistensi Obat

Ketika kita mendengar kata resisten yang terbersit dalam benak kita dalah kekebalan, ketahanan. Lalu bagaimana dengan TB resisten obat? Apakah masyarakat sudah cukup mengenal atau bahkan paham tentang TB resisten obat? Bagaimana pengobatannya dan juga pencegahannya supaya tidak terjadi TB resisten obat?
Yang dimakasud dengan TB resisten obat adalah TB yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang telah mengalami kekebalan ternadap OAT (Obat Anti TB). Resisten terhadap obat anti TB ini dapat terjadi karena pemberian obat yang tidak tepat, yaitu pasien tidak menyelesaikan pengobatan yang diberikan, atau pun jika petugas kesehatan memberikan pengobatan yang tidak tepat, baik itu panduan, dosis obat, lama pengobatan, dan juga kualitas obat. Selain itu TB resisten obat juga bisa terjadi karena adanya kendala suplai obat yang tidak selalu tersedia.
Bagaimana penularan kuman TB resisten obat? Penularan kuman TB resisten obat adalah sama seperti halnya penularan kuman TB yang tidak resisten obat pada umumnya. Lalu siapakah yang mempunyai resiko terkena TB resisten obat? TB resisten obat dapat mengenai siapa saja, akan tetapi biasanya terjadi pada orang dengan riwayat:
- Tidak meminum obat TB secara teratur atau seperti yang disarankan oleh petugas kesehatan.
- Menderita TB berulang serta mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan TB sebelumnya
- Datang dari wilayah yang mempunyai beban TB resisten obat yang tinggi
- Kontak erat dengan seseorang yang menderita TB resisten obat
Kemudian bagaimana diagnosis TB resisten obat bisa ditegakkan? Untuk menegakkan diagnosis TB resisten obat, dilakukan dengan menggunakan test cepat dengan metode PCR dan pemerikasaan biakan serta uji kepekaan kuman terhadap obat TB (Drugs Sensitivity Test/ DST).
Bagaimana pengobatan terhadap orang TB resisten obat? Pengobatannya lebih sulit jika dibandingkan dengan pengobatan kuman TB yang masih sensitive. Dan angka keberhasilannya pun tergantung pada seberapa cepat kasus TB resisten obat ini teridentifikasi serta ketersediaan pengobatan yang efektif.
Apakah TB resisten obat dapat disembuhkan? TB resisten obat dapat disembuhkan, meskipun membutuhkan waktu sekitar 18-24 bulan. Harga untuk obat lini kedua jauh lebih mahal (bisa mencapai seratus kali lipat bila dibandingkan dengan pengobatan TB biasa), dan penanganannya pun lebih sulit. Selain itu panduan pengobatannya pun cukup rumit, dengan jumlah obat yang lebih banyak, dan efek samping yang disebabkannya juga lebih berat.
Bagaimana cara penceghan terhadap TB resisten obat? Adapun cara pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya TB resisten obat adalah :
- Dengan mendiagnosis secara dini setiap terduga TB resisten obat dan dilanjutkan dengan pengobatan OAT lini kedua sesuai standard. Pengobatannya harus dipantau untuk memastikan kepatuhan dan ketuntasannya, serta harsu dilaporkan kepada surveilans.
- Pengobatan TB dengan tatalaksana yang tidak berstandar baik dalam hal panduan, lama dan cara pemberian pengobatan menjadi factor pencetus untuk meningkatnya jumlah kasus TB resisten obat.
- Untuk mencegah penularan kumannya, pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat, harus dilakukan disetiap fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien dengan TB resisten obat.
Itulah tentang TB resisten obat, penanganan serta pencegahan yang bisa dilakukan untuk TB resisten obat. Sumber informasi ini dari www.tbindonesia.or.id

Thursday, 15 May 2014

Diary Sang Zombigaret

Diary Sang Zombigaret

Perkenalkan saya adalah zombigaret, kenapa saya dibilang zombigaret karena saya adalah perokok berat. Meskipun saya seorang perempuan, saya suka sekali merokok. Berawal ketika saya duduk dibangku Sekolah Menengah Atas, saya dekat dengan teman-teman yang sudah lama menjadi perokok. Saya iseng mencoba dan dari sana saya ketagihan untuk merokok. Dan terus berlanjut ketika saya duduk dibangku kuliah, bahkan kebiasaan saya merokok melebihi teman-teman laki-laki saya.

Jika sedang kuliah, saya tidak bisa menahan untuk merokok. Saat istirahat saya suka pulang ke kosthanya untuk merokok. Dan bukan hanya itu saat teman-teman saya sarapan pagi dan mereka makan sarapan misalnya ada yang roti sama susu, ada yang nasikuning, ada yang makan bubur, saya beda sendiri, saya sarapan kopi sama rokok.

Begitu juga ketika saya sudah menikah dan dinyatakan hamil, saya tetap merokok. Dan hasilnya karena kebiasaan buruk saya tidak pernah berhenti, bayi saya lahir premature dan menderita kelainan di paru-parunya. Sehingga setelah lahir harus dirawat dulu di ruang khusus bayi intensif. Dan tidak hanya itu, bayi saya tidak bertahan lama, dia meninggal karena tidak bisa bertahan hidup dengan penyakit seberat itu. Ada perasaan menyesal, karena bayi saya seperti itu merupakan akibat dari kebiasaan saya merokok. Tapi perasaan menyesal itu hanya sebentar, dan saya berhenti merokok hanya sebentar, saya tetap merokok lagi.

Selang beberapa tahun dari kejadian itu, saya mulai merasakan batuk yang dirasakan semakin sering dan kadang ada terdapat darah. Berat badan mulai turun, ada demam, dan perasaaan cepat lelah dan nafsu makan yang berkurang. Akhirnya saya memberanikan diri untuk periksa ke dokter. Kemudian saya dilakukan berbagai macam pemeriksaan, mulai dari periksa darah, dilakukan Rontgen, dan lain-lain.

Dan hasilnya pun sangat mengejutkan dari penjelasan dokter, saya menderita penyakit kanker paru-paru. Awalnya saya masih denial dan tidak percaya, tapi setelah dokter menjelasakan penyebabnya, saya paham dan mengerti. Penyakit yang saya derita sekarang merupakan efek dari saya merokok yang banyak.

Menurut informasi yang saya dapatkan, merokok, khususnya sigaret, secara umum merupakan penyumbang utama kanker paru. Rokok sigaret mengandung lebih dari 60 jenis karsinogen, termasuk di antaranya radioisotop dari peluruhan sekuens radon, nitrosamin, dan benzopiren. Selain itu, nikotin menekan respons imun terhadap pertumbuhan kanker pada jaringan yang terpapar. Merokok bertanggung jawab terhadap 80–90% kasus kanker paru.

Saya sangat menyesal sekarang kenapa saya tidak pernah mendengar nasihat keluarga, teman, sahabat juga dokter ataupun praktisi kesehatan lainnya kalau merokok itu bahaya dan tidak baik untuk kesehatan. Kini saya hanya bisa menjalani sisa hidup saya, karena menurut informasi yang saya dapatkan, bahwa kanker paru Prognosis umumnya buruk. Dari semua penderita kanker paru, 15% bertahan selama 5 tahun setelah prognosis.

Saya telah kehilangan anak, masa depan dan kesehatan saya semua ini karena sikap dan kebiasaan buruk saya yang selalu merokok dalam jumlah banyak. Saya membuat beberapa bait puisi tentang sigaret.

Diary Sang Zombigaret

Jika lorong waktu itu ada
Ingin rasanya kembali
Ke masa anak-anak dulu
Dimana belum mengenalnya

Aku terlena dengan nikmatnya
Aku terbuai dengan ketenangan sesaat
Berapa Rupiah telah kukeluarkan
Hanya untuk menikmatinya


Kini penyesalan yang tersisa
Anakku direnggutnya
Kesehatanku sirna karenanya
Dan aku menderita karenanya

Pesanku untuk generasiku
Jangan pernah mencobanya
Sekali mencoba
Maka akan selamanya terjerumus

Pencegahan adalah cara paling murah untuk kanker paru. Menghilangkan kebiasaan merokok adalah tujuan utama langkah pencegahan kanker paru, dan berhenti merokok merupakan salah satu pencegahan yang penting untuk kanker paru.

Diary Sang Zombigaret

Diary Sang Zombigaret

Perkenalkan saya adalah zombigaret, kenapa saya dibilang zombigaret karena saya adalah perokok berat. Meskipun saya seorang perempuan, saya suka sekali merokok. Berawal ketika saya duduk dibangku Sekolah Menengah Atas, saya dekat dengan teman-teman yang sudah lama menjadi perokok. Saya iseng mencoba dan dari sana saya ketagihan untuk merokok. Dan terus berlanjut ketika saya duduk dibangku kuliah, bahkan kebiasaan saya merokok melebihi teman-teman laki-laki saya.

Jika sedang kuliah, saya tidak bisa menahan untuk merokok. Saat istirahat saya suka pulang ke kosthanya untuk merokok. Dan bukan hanya itu saat teman-teman saya sarapan pagi dan mereka makan sarapan misalnya ada yang roti sama susu, ada yang nasikuning, ada yang makan bubur, saya beda sendiri, saya sarapan kopi sama rokok.

Begitu juga ketika saya sudah menikah dan dinyatakan hamil, saya tetap merokok. Dan hasilnya karena kebiasaan buruk saya tidak pernah berhenti, bayi saya lahir premature dan menderita kelainan di paru-parunya. Sehingga setelah lahir harus dirawat dulu di ruang khusus bayi intensif. Dan tidak hanya itu, bayi saya tidak bertahan lama, dia meninggal karena tidak bisa bertahan hidup dengan penyakit seberat itu. Ada perasaan menyesal, karena bayi saya seperti itu merupakan akibat dari kebiasaan saya merokok. Tapi perasaan menyesal itu hanya sebentar, dan saya berhenti merokok hanya sebentar, saya tetap merokok lagi.

Selang beberapa tahun dari kejadian itu, saya mulai merasakan batuk yang dirasakan semakin sering dan kadang ada terdapat darah. Berat badan mulai turun, ada demam, dan perasaaan cepat lelah dan nafsu makan yang berkurang. Akhirnya saya memberanikan diri untuk periksa ke dokter. Kemudian saya dilakukan berbagai macam pemeriksaan, mulai dari periksa darah, dilakukan Rontgen, dan lain-lain.

Dan hasilnya pun sangat mengejutkan dari penjelasan dokter, saya menderita penyakit kanker paru-paru. Awalnya saya masih denial dan tidak percaya, tapi setelah dokter menjelasakan penyebabnya, saya paham dan mengerti. Penyakit yang saya derita sekarang merupakan efek dari saya merokok yang banyak.

Menurut informasi yang saya dapatkan, merokok, khususnya sigaret, secara umum merupakan penyumbang utama kanker paru. Rokok sigaret mengandung lebih dari 60 jenis karsinogen, termasuk di antaranya radioisotop dari peluruhan sekuens radon, nitrosamin, dan benzopiren. Selain itu, nikotin menekan respons imun terhadap pertumbuhan kanker pada jaringan yang terpapar. Merokok bertanggung jawab terhadap 80–90% kasus kanker paru.

Saya sangat menyesal sekarang kenapa saya tidak pernah mendengar nasihat keluarga, teman, sahabat juga dokter ataupun praktisi kesehatan lainnya kalau merokok itu bahaya dan tidak baik untuk kesehatan. Kini saya hanya bisa menjalani sisa hidup saya, karena menurut informasi yang saya dapatkan, bahwa kanker paru Prognosis umumnya buruk. Dari semua penderita kanker paru, 15% bertahan selama 5 tahun setelah prognosis.

Saya telah kehilangan anak, masa depan dan kesehatan saya semua ini karena sikap dan kebiasaan buruk saya yang selalu merokok dalam jumlah banyak. Saya membuat beberapa bait puisi tentang sigaret.

Diary Sang Zombigaret

Jika lorong waktu itu ada
Ingin rasanya kembali
Ke masa anak-anak dulu
Dimana belum mengenalnya

Aku terlena dengan nikmatnya
Aku terbuai dengan ketenangan sesaat
Berapa Rupiah telah kukeluarkan
Hanya untuk menikmatinya


Kini penyesalan yang tersisa
Anakku direnggutnya
Kesehatanku sirna karenanya
Dan aku menderita karenanya

Pesanku untuk generasiku
Jangan pernah mencobanya
Sekali mencoba
Maka akan selamanya terjerumus

Pencegahan adalah cara paling murah untuk kanker paru. Menghilangkan kebiasaan merokok adalah tujuan utama langkah pencegahan kanker paru, dan berhenti merokok merupakan salah satu pencegahan yang penting untuk kanker paru.

Sunday, 4 May 2014

Dengan Disiplin Penyakit TBC Bisa Disembuhkan

Penyakit Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga sampai saat ini belum ada satu Negara pun yang terbebas dari penyakit TBC, angka kematian dan kesakitan akibat penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis ini pun cukup tinggi. Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Seratus tahun yang lalu, satu dari lima kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh TBC.
TBC bukanlah penyakit yang mematikan dan bisa disembuhkan, dengan catatan penyakit ini terdeteksi sejak dini dan penderitanya melakukan pengobatan dengan benar. Pengobatan dengan benar dan patuh serta keinginan untuk sembuh dari seorang penderita TBC merupakan kunci untuk kesembuhan penyakit TBC. Penyakit TBC bisa disembuhkan secara tuntas apabila penderita mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk minum obat secara teratur dan rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan, serta mengkonsumsi makanan yang bergizi cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
Perawatan yang paling utama adalah istirahat. Maksudnya istirahat yang sempurna jiwa dan raga. Tekanan emosi atau pikiran yang mengganggu cenderung memperlambat proses kesembuhan. Bakteri-bakteri yang menyerang mungkin saja telah membuat lubang-lubang besar di dalam paru-paru, dan tubuh harus mencari jalan untuk memperbaiki lubang-lubang itu.
Jika keadaan TBC sudah berat, sebaiknya penderita dirawat di rumah sakit agar tindakan pencegahan dapat diambil untuk melindungi masyarakat dan tersebarnya penyakit ini. Jika penderita TBC tinggal di rumah, ia harus berada di kamar tersendiri dan harus diberi cukup penerangan dan ventilasi. Udara segar akan sangat membantu proses penyembuhan penyakit TBC.
Mungkin akan lebih baik jika penderita TBC itu tidur di serambi rumah, di tempat asri, jauh dari asap dan polusi, dan tetap harus menghindari kontak dengan orang lain. Penderita TBC harus diberikan makanan yang seimbang, seperti vitamin-vitamin tambahan seperti vitamin C. Buah-buahan dan sayuran segar juga harus menjadi menu wajib bagi penderita TBC. Semua ini tidak lain adalah untuk mempercepat proses penyembuhan.

Kombinasi beberapa obat TBC diperlukan karena untuk menghadapi kuman TBC yang berada dalam berbagai stadium dan fase pertumbuhan yang cepat. Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu obat primer dan sekunder. Obat primer untuk TBC adalah isoniazid (INH), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, dan Pirazinamid. Sebagian besar penderita TBC sembuh dengan obat-obat ini. Selain itu ada juga obat sekunder untuk TBC yaitu Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin. Penggunaan obat-obat primer dan sekunder tergantung dari tingkat keparahan TBC yang diderita, selain itu berat badan juga berpengaruh terhadap dosis obat.
Pengobatan TBC memerlukan waktu lama karena bakteri TBC dapat hidup berbulan-bulan walaupun sudah terkena antibiotic, hal ini karena bakteri TBC memiliki daya tahan yang kuat. Oleh karena itu pengobatan TBC memerlukan waktu lama antara 6 sampai 9 bulan. Biasanya penderita TBC dapat sembuh total selama kurang lebih enam bulan dengan mengonsumsi obat-obatan primer setiap hari. Walaupun gejala penyakit TBC sudah hilang, pengobatan tetap harus dilakukan sampai tuntas, karena bakteri TBC sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap membentuk resistensi terhadap obat.
Butuh biaya besar untuk mengonsumsi obat-obatan ini setiap hari selama enam bulan. Namun pemerintah Indonesia sudah menyediakan obat-obatan ini di tiap-tiap Puskesmas dalam kemasan yang eksklusif dan gratis.
Makan obat yang cukup banyak dengan rentang waktu yang cukup lama juga memang membuat penderita kadang merasa malas dan jenuh. Motivasi dari keluarga terdekat dan semangat dari penderita itu sendiri sangat diperlukan supaya pengobatan bisa sampai tuntas dan penderita bisa dinyatakan sembuh dari penyakit TBC.

Dengan Disiplin Penyakit TBC Bisa Disembuhkan

Penyakit Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga sampai saat ini belum ada satu Negara pun yang terbebas dari penyakit TBC, angka kematian dan kesakitan akibat penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis ini pun cukup tinggi. Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Seratus tahun yang lalu, satu dari lima kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh TBC.
TBC bukanlah penyakit yang mematikan dan bisa disembuhkan, dengan catatan penyakit ini terdeteksi sejak dini dan penderitanya melakukan pengobatan dengan benar. Pengobatan dengan benar dan patuh serta keinginan untuk sembuh dari seorang penderita TBC merupakan kunci untuk kesembuhan penyakit TBC. Penyakit TBC bisa disembuhkan secara tuntas apabila penderita mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk minum obat secara teratur dan rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan, serta mengkonsumsi makanan yang bergizi cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
Perawatan yang paling utama adalah istirahat. Maksudnya istirahat yang sempurna jiwa dan raga. Tekanan emosi atau pikiran yang mengganggu cenderung memperlambat proses kesembuhan. Bakteri-bakteri yang menyerang mungkin saja telah membuat lubang-lubang besar di dalam paru-paru, dan tubuh harus mencari jalan untuk memperbaiki lubang-lubang itu.
Jika keadaan TBC sudah berat, sebaiknya penderita dirawat di rumah sakit agar tindakan pencegahan dapat diambil untuk melindungi masyarakat dan tersebarnya penyakit ini. Jika penderita TBC tinggal di rumah, ia harus berada di kamar tersendiri dan harus diberi cukup penerangan dan ventilasi. Udara segar akan sangat membantu proses penyembuhan penyakit TBC.
Mungkin akan lebih baik jika penderita TBC itu tidur di serambi rumah, di tempat asri, jauh dari asap dan polusi, dan tetap harus menghindari kontak dengan orang lain. Penderita TBC harus diberikan makanan yang seimbang, seperti vitamin-vitamin tambahan seperti vitamin C. Buah-buahan dan sayuran segar juga harus menjadi menu wajib bagi penderita TBC. Semua ini tidak lain adalah untuk mempercepat proses penyembuhan.

Kombinasi beberapa obat TBC diperlukan karena untuk menghadapi kuman TBC yang berada dalam berbagai stadium dan fase pertumbuhan yang cepat. Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu obat primer dan sekunder. Obat primer untuk TBC adalah isoniazid (INH), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, dan Pirazinamid. Sebagian besar penderita TBC sembuh dengan obat-obat ini. Selain itu ada juga obat sekunder untuk TBC yaitu Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin. Penggunaan obat-obat primer dan sekunder tergantung dari tingkat keparahan TBC yang diderita, selain itu berat badan juga berpengaruh terhadap dosis obat.
Pengobatan TBC memerlukan waktu lama karena bakteri TBC dapat hidup berbulan-bulan walaupun sudah terkena antibiotic, hal ini karena bakteri TBC memiliki daya tahan yang kuat. Oleh karena itu pengobatan TBC memerlukan waktu lama antara 6 sampai 9 bulan. Biasanya penderita TBC dapat sembuh total selama kurang lebih enam bulan dengan mengonsumsi obat-obatan primer setiap hari. Walaupun gejala penyakit TBC sudah hilang, pengobatan tetap harus dilakukan sampai tuntas, karena bakteri TBC sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap membentuk resistensi terhadap obat.
Butuh biaya besar untuk mengonsumsi obat-obatan ini setiap hari selama enam bulan. Namun pemerintah Indonesia sudah menyediakan obat-obatan ini di tiap-tiap Puskesmas dalam kemasan yang eksklusif dan gratis.
Makan obat yang cukup banyak dengan rentang waktu yang cukup lama juga memang membuat penderita kadang merasa malas dan jenuh. Motivasi dari keluarga terdekat dan semangat dari penderita itu sendiri sangat diperlukan supaya pengobatan bisa sampai tuntas dan penderita bisa dinyatakan sembuh dari penyakit TBC.

Berbeda namun Tetap Sehati

Perbedaan…apa makna dari perbedaan? Yang jelas bukan persamaan ya ga? Hehehe… menurut saya bukan perkara yang mudah untuk menyikapi sua...