Monday, 31 March 2014

Perilaku Ramah Lingkungan

Dimanapun kita menginjakkan kaki, maka disitulah lingkungan kita. Lingkungan tempat kita tinggal, lingkungan tempat kita bekerja atapun ketika kita berada disuatu tempat meski itu hanya sesaat, itu tetap lingkungan kita yang harus kita jaga kebersihannya dan keberadannya. Jagalah lingkungan dimanapun kita saat itu berada seolah-olah itu adalah lingkungan milik kita. Karena menjaga lingkungan harus dimulai dari kesadaran dari diri kita sendiri. Dari hati kita bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan sekitar kita. Apapun profesi kita apakah kita sebagai abdi Negara, karyawan swasta, wakil rakyat dan bahkan pemipin Negara ini, ada baiknya bersama-sama untuk menjaga lingkungan hidup kita. Ajaklah keluarga kita, tetangga, rekan kerja untuk bersama-sama melestarikan dan menjaga kebersihan lingkungan. Kita juga bisa mengajak atau menyuarakan ide, pendapat kita untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dengan berbagai cara, bisa dengan ajakan langsung, bisa dengan melalui media informasi misalnya memasang tulisan berupa himbauan, dan sebagai blogger bisa berpartisifasi dengan melalui tulisan, blog yang tentunya nanti bisa dibaca di media elektronik, dimana sekarang sudah jamannya era digital. Menjaga dan melestarikan lingkungan dimulai dengan pola hidup sehat dan perilaku yang ramah lingkungan dari diri kita sendiri misalnya :

1. Membuang sampah pada tempatnya

Hampir disetiap sudut kota, tempat umum, perkantoran,pinggir-pinggir jalan banyak terpampang tulisan “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” sebauh kalimat yang singkat, padat dan jelas dan mengandung sebuah himbauan agar membuang sampah pada tempatnya. Sebuah himbauan yang sederhana tapi mengandung besar maknanya. Tapi apakah semua masyarakat sudah sadar dan melaksanakannnya? Terkadang masih saja ditemukan sampah berserakan dimana-mana. Disini diperlukan kesadaran dari diri sendiri untuk memulai dan melaksanakanya. Sebuah kebiasaan yang kecil tapi jika dilakukan dengan kesadaran sendiri dan sudah dibiasakan akan berdampak baik bagi lingkungan sekitar. Mulai dari rumah kita sendiri, sediakan tempat sampah dibeberapa ruangan disediakan tempat sampah, didapur, kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, depan rumah, belakang rumah dan tempat yang memang perlu disediakan tempat sampah. Hal ini akan memudahkan untuk membuang sampah saat kita sedang berada di ruangan tersebut, kita tidak perlu repot mencari-cari tempat sampah. Sehingga sampah tidak di buang di mana saja. Ajrakan anak-anak sejak kecil untuk membuang sampah pada tempatnya. Selain itu dengan membung sampah pada tempatnya hal ini akan mengurangi potensi terjadinya banjir. Dan juga tentunya akan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Terhindar dari berbagai penyakit yang diakibatkan dari lingkungan yang kurang atau tidak bersih.

2. Memisahkan sampah organic dan sampah plastic

Memisahkan sampah organic dan sampah plastic adalah suatu langkah awal untuk memudahkan dalam pembuangan sampah selanjutnya. Dan penanganan oleh petugas pun akan semakin mudah. Sampah akan terpisah secara baik. Di salah satu kota besar di Jawa Barat sekarang sudah di buat tempat sampah yang terdiri dari dua kantung plastic, yaitu kantung plastic untuk sampah organic dan sampah plastic.

3. Hindari pembelian makanan/minuman kemasan plastic Dewasa ini minuman dalam kemasan botol ataupun gelas plastic semakin banyak. Yang tentunya hal ini akan berdampak pada banyaknya sampah plastic karena pembelian dan penggunaan botol ataupun gelas plastic. Memang kalau dilihat dari segi praktis lebih praktis bila dibanding dengan kita harus membawa minuman dari rumah menggunakan botol tempat minuman. Begitupun penggunaan tempat makanan dalam kemasan plastic yang bisa dibuang habis pakai. Kita tidak perlu repot membawa bekas makanan kembali pulang, kita tinggal membuangnya. Tapi alangkah bijaknya kita memulai pola hidup sehat dan ramah lingkungan. Dengan membawa minum dari rumah memakai botol atau tempat minum, kita mengurangi penggunaan sampah plastic, begitu juga dengan membawa makanan menggunakan tempat makan dari rumah. Selain kita bisa hemat keuangan karena tidak harus membeli minuman, hidup kita akan lebih sehat. Karena tak sedikit minuman yang mengandung bahan kimia yang kurang baik untuk tubuh. Begitu juga dengan penggunaan tempat makan yag bisa langsung dibuang,banyak tempat makanan yang kurang bahkan tidak aman jika dipakai dalam jangka waktu lama. Dengan membawa air minum dari rumah kita akan mengurangi atau menghindari pembelian air kemasan yang berasa dan bersoda yang tentunya kurang baik untuk kesehatan. Karena mengandung bahan pengawet dan bahan-bahan yang tidak aman.

4. Sisakan halaman rumah untuk menanam tanaman/bunga Sekecil apapun halaman rumah kita, alangkah baiknya jika disisakan untuk menanam tanaman yang bermafaat ataupun bunga. Dan apabila tersisa halaman dan ditanami rumput, buatlah lubang biopori sedalam 30-150 cm dan berdiameter 1-3 cmbsa dibuat dengan menggunakan pipa besi agar tidak menggenang pada saat huajn dan air bisa langsung terserap kedalam tanah. Dan apabila memotong rumput atau pucuk tanaman biarkan hasil ptongannya itu dihalaman agar proses pembusukan dan pengembalian nutrisi kembali ke tanaman dapat terjadi. Dengan ditanami bunga atapun tanaman, hal ini akan membuat suasana lebih asri dan nyaman juga dengan adanya tanaman rumah tidak semua tertutup semen sehingga apabila terjadi hujan air akan diserap oleh tanah. Dan jika memang sama sekali tidak bisa disisakan untuk tanaman, kita bisa menanam tanaman ataupun bunga dalam pas bunga atau tempat yang bisa digunakan. Hal ini akan membuat rumah tampak lebih segar dan sehat. Dan kita pun akan semakin betah dirumah, dan keluar rumah hanya pada saat ada keperluan dengan begitu kita akan terhindar dari polusi.

5. Hemat penggunaan listrik dan air

Selain telah digembor-gemborkan oleh pihak PLN, alangkah baiknya jika dari diri kita sendiri ada kesadaran untuk melakukannya. Matikan listrik apabila tidak digunakan. Dan gunakan lampu yang tidak memerlukan penerangan berlebihan hal ini akan menghemat penggunaan listrik. Misalnya di kamar tidur ketika akan tidur lampu diganti dengan menyalakan lampu tidur. Selain akan menghemat penggunaan listrik juga lebih sehat pada mata. Karena dengan penerangan yang tidak berlebihan mata bisa istirahat. Selain itu matikan barang-barang elektronik apabila tidak digunakan lagi misalnya computer, televisi, radio dan juga colokan charge setelah kita menggunakannya, selain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginka juga bisa menghemat listrik karena ada beberapa peralatan meskipun telah dimatikan daya listrik teta[ mengalir dalam jumlah kecil. Jika menggunakan AC (Air Conditioner) biasakan menggunakan pada suhu sedang. Kuarangi penggunaan vacum cleaner dan pemotong rumput dengan mesin, kembali gunakan cara tradisional, untuk membersihkan gunakan sapu lidi/kemonceng dan untuk memotong listrik gunakan pemotong menggunakan gunting rumput.

6. Hemat penggunaan air

Seperti halnya juga listrik, pihak PDAM juga selalu mengingatkan untuk hemat dalam penggunaan air. Matikan keran air apabila sudah tidak digunakan lagi. Bila perlu dirumah dibuat tulisan untuk mengingatkan seluruh anggota keluarga untuk mematikan air setelah digunakan. Hal ini untuk menghindari kelupaan mematikan air, sering sekali terjadi karena lupa keran air tidak dimatikan dan tau-tau air mengalir dan kebuang secara percuma. Pada saat musim hujan tiba tampung air hujannya untuk digunakan penggunaan yang tidak memerlukan air bersih, selain itu apabila menggunakan mesin cuci tampunglah air pebuangannya untuk digunakan mencuci barang-barang lain misalnya lap pel, hal ini untuk mengurangi penggunaan air bersih.

7. Kurangi polusi lingkungan

Di kota-kota besar sekarang polusi sulit sekali dihindari. Kendaraan semakin banyak dan tentunya berdampak pada kemacetan terjadi dimana-mana. Usaha yang bisa kita lakukan dengan membiasakan memakai kendaraan umum ataupun menggunakan sepeda, selain untuk mengurangi polusi karena akan berkurang penggunaan kendaraan, juga akan mengurangi kemacetan. Dan dengan menggunakan sepeda, hidup juga akan lebih sehat. Dan juga hindari atau hilangkan kebiasaan merokok selain untuk menguragi polusi juga menghindari berbagai penyakit yang di akibatkan oleh rook baik untuk pengguna aktif maupun pengguna pasif. 8. Hemat kertas Dengan semakin berkembangnya teknologi, hal ini bermanfaat untuk mengurangi penggunaan kertas. Gunakan media elektronik dan digital. Untuk berkomunikasi yang dulunya menggunakan surat atau lembar tagihan mulai biasakan gunakan e-mail. Untuk media informasi kurangi menggunakan majalah/koran/tabloid/surat kabar, mulai biasakan menggunakan media televise dan internet. Dan mulai biasakan membuat dokumentasi dengan cara digital. Dengan begitu kita akan menghemat penggunaan kertas dan mengurangi sampah. Ribuan hektar hutan alam di Indonesia di babat untuk produksi kertas. Itulah beberapa perilaku ramah lingkungan yang bisa dijadikan usaha untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan serta mendukung pola hidup sehat. Dan yang terutama adalah kesadaran dari diri kita sendiri untuk bersikap dan berperilaku rumah terhadap lingkungan. Ditahun 2014 ini adalah saatnya rakyat Indonesia pesta demokrasi. Rakyat menentukan siapa yang layak dijadikan pimpinan. Banyak sekali calon-calon pemimpin yang tentunya dengan visi dan misi mereka masing-masing. Rakyat pun berharap dengan adanya pesta demokrasi ini ada regenerasi pemimpin dan wakil rakyat yang tentunya bisa lebih baik dari yang sebelumnya. Pemimpin yang peduli akan lingkungan tentunya sangat diharapkan oleh rakyat Indonesia. Pemimpin yang bisa memberikan solusi dan menuntaskan berbagai masalah lingkungan di Indonesia yang sampai saat ini belum juga tuntas. Diantaranya; kasus Lumpur Lapindodi Sidoarjo, asap dan kabut dari kebakaran hutan di Riau, banjir di tiap kota-kota besar, penebangan hutan secara liar, pembuangan limbah industri dan lain-lain. Itulah beberapa masalah lingkungan yang masih menjadi pekerjaaan rumah oleh pimpinan yang akan datang.

Perilaku Ramah Lingkungan

Dimanapun kita menginjakkan kaki, maka disitulah lingkungan kita. Lingkungan tempat kita tinggal, lingkungan tempat kita bekerja atapun ketika kita berada disuatu tempat meski itu hanya sesaat, itu tetap lingkungan kita yang harus kita jaga kebersihannya dan keberadannya. Jagalah lingkungan dimanapun kita saat itu berada seolah-olah itu adalah lingkungan milik kita. Karena menjaga lingkungan harus dimulai dari kesadaran dari diri kita sendiri. Dari hati kita bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan sekitar kita. Apapun profesi kita apakah kita sebagai abdi Negara, karyawan swasta, wakil rakyat dan bahkan pemipin Negara ini, ada baiknya bersama-sama untuk menjaga lingkungan hidup kita. Ajaklah keluarga kita, tetangga, rekan kerja untuk bersama-sama melestarikan dan menjaga kebersihan lingkungan. Kita juga bisa mengajak atau menyuarakan ide, pendapat kita untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dengan berbagai cara, bisa dengan ajakan langsung, bisa dengan melalui media informasi misalnya memasang tulisan berupa himbauan, dan sebagai blogger bisa berpartisifasi dengan melalui tulisan, blog yang tentunya nanti bisa dibaca di media elektronik, dimana sekarang sudah jamannya era digital. Menjaga dan melestarikan lingkungan dimulai dengan pola hidup sehat dan perilaku yang ramah lingkungan dari diri kita sendiri misalnya :

1. Membuang sampah pada tempatnya

Hampir disetiap sudut kota, tempat umum, perkantoran,pinggir-pinggir jalan banyak terpampang tulisan “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” sebauh kalimat yang singkat, padat dan jelas dan mengandung sebuah himbauan agar membuang sampah pada tempatnya. Sebuah himbauan yang sederhana tapi mengandung besar maknanya. Tapi apakah semua masyarakat sudah sadar dan melaksanakannnya? Terkadang masih saja ditemukan sampah berserakan dimana-mana. Disini diperlukan kesadaran dari diri sendiri untuk memulai dan melaksanakanya. Sebuah kebiasaan yang kecil tapi jika dilakukan dengan kesadaran sendiri dan sudah dibiasakan akan berdampak baik bagi lingkungan sekitar. Mulai dari rumah kita sendiri, sediakan tempat sampah dibeberapa ruangan disediakan tempat sampah, didapur, kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, depan rumah, belakang rumah dan tempat yang memang perlu disediakan tempat sampah. Hal ini akan memudahkan untuk membuang sampah saat kita sedang berada di ruangan tersebut, kita tidak perlu repot mencari-cari tempat sampah. Sehingga sampah tidak di buang di mana saja. Ajrakan anak-anak sejak kecil untuk membuang sampah pada tempatnya. Selain itu dengan membung sampah pada tempatnya hal ini akan mengurangi potensi terjadinya banjir. Dan juga tentunya akan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Terhindar dari berbagai penyakit yang diakibatkan dari lingkungan yang kurang atau tidak bersih.

2. Memisahkan sampah organic dan sampah plastic

Memisahkan sampah organic dan sampah plastic adalah suatu langkah awal untuk memudahkan dalam pembuangan sampah selanjutnya. Dan penanganan oleh petugas pun akan semakin mudah. Sampah akan terpisah secara baik. Di salah satu kota besar di Jawa Barat sekarang sudah di buat tempat sampah yang terdiri dari dua kantung plastic, yaitu kantung plastic untuk sampah organic dan sampah plastic.

3. Hindari pembelian makanan/minuman kemasan plastic Dewasa ini minuman dalam kemasan botol ataupun gelas plastic semakin banyak. Yang tentunya hal ini akan berdampak pada banyaknya sampah plastic karena pembelian dan penggunaan botol ataupun gelas plastic. Memang kalau dilihat dari segi praktis lebih praktis bila dibanding dengan kita harus membawa minuman dari rumah menggunakan botol tempat minuman. Begitupun penggunaan tempat makanan dalam kemasan plastic yang bisa dibuang habis pakai. Kita tidak perlu repot membawa bekas makanan kembali pulang, kita tinggal membuangnya. Tapi alangkah bijaknya kita memulai pola hidup sehat dan ramah lingkungan. Dengan membawa minum dari rumah memakai botol atau tempat minum, kita mengurangi penggunaan sampah plastic, begitu juga dengan membawa makanan menggunakan tempat makan dari rumah. Selain kita bisa hemat keuangan karena tidak harus membeli minuman, hidup kita akan lebih sehat. Karena tak sedikit minuman yang mengandung bahan kimia yang kurang baik untuk tubuh. Begitu juga dengan penggunaan tempat makan yag bisa langsung dibuang,banyak tempat makanan yang kurang bahkan tidak aman jika dipakai dalam jangka waktu lama. Dengan membawa air minum dari rumah kita akan mengurangi atau menghindari pembelian air kemasan yang berasa dan bersoda yang tentunya kurang baik untuk kesehatan. Karena mengandung bahan pengawet dan bahan-bahan yang tidak aman.

4. Sisakan halaman rumah untuk menanam tanaman/bunga Sekecil apapun halaman rumah kita, alangkah baiknya jika disisakan untuk menanam tanaman yang bermafaat ataupun bunga. Dan apabila tersisa halaman dan ditanami rumput, buatlah lubang biopori sedalam 30-150 cm dan berdiameter 1-3 cmbsa dibuat dengan menggunakan pipa besi agar tidak menggenang pada saat huajn dan air bisa langsung terserap kedalam tanah. Dan apabila memotong rumput atau pucuk tanaman biarkan hasil ptongannya itu dihalaman agar proses pembusukan dan pengembalian nutrisi kembali ke tanaman dapat terjadi. Dengan ditanami bunga atapun tanaman, hal ini akan membuat suasana lebih asri dan nyaman juga dengan adanya tanaman rumah tidak semua tertutup semen sehingga apabila terjadi hujan air akan diserap oleh tanah. Dan jika memang sama sekali tidak bisa disisakan untuk tanaman, kita bisa menanam tanaman ataupun bunga dalam pas bunga atau tempat yang bisa digunakan. Hal ini akan membuat rumah tampak lebih segar dan sehat. Dan kita pun akan semakin betah dirumah, dan keluar rumah hanya pada saat ada keperluan dengan begitu kita akan terhindar dari polusi.

5. Hemat penggunaan listrik dan air

Selain telah digembor-gemborkan oleh pihak PLN, alangkah baiknya jika dari diri kita sendiri ada kesadaran untuk melakukannya. Matikan listrik apabila tidak digunakan. Dan gunakan lampu yang tidak memerlukan penerangan berlebihan hal ini akan menghemat penggunaan listrik. Misalnya di kamar tidur ketika akan tidur lampu diganti dengan menyalakan lampu tidur. Selain akan menghemat penggunaan listrik juga lebih sehat pada mata. Karena dengan penerangan yang tidak berlebihan mata bisa istirahat. Selain itu matikan barang-barang elektronik apabila tidak digunakan lagi misalnya computer, televisi, radio dan juga colokan charge setelah kita menggunakannya, selain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginka juga bisa menghemat listrik karena ada beberapa peralatan meskipun telah dimatikan daya listrik teta[ mengalir dalam jumlah kecil. Jika menggunakan AC (Air Conditioner) biasakan menggunakan pada suhu sedang. Kuarangi penggunaan vacum cleaner dan pemotong rumput dengan mesin, kembali gunakan cara tradisional, untuk membersihkan gunakan sapu lidi/kemonceng dan untuk memotong listrik gunakan pemotong menggunakan gunting rumput.

6. Hemat penggunaan air

Seperti halnya juga listrik, pihak PDAM juga selalu mengingatkan untuk hemat dalam penggunaan air. Matikan keran air apabila sudah tidak digunakan lagi. Bila perlu dirumah dibuat tulisan untuk mengingatkan seluruh anggota keluarga untuk mematikan air setelah digunakan. Hal ini untuk menghindari kelupaan mematikan air, sering sekali terjadi karena lupa keran air tidak dimatikan dan tau-tau air mengalir dan kebuang secara percuma. Pada saat musim hujan tiba tampung air hujannya untuk digunakan penggunaan yang tidak memerlukan air bersih, selain itu apabila menggunakan mesin cuci tampunglah air pebuangannya untuk digunakan mencuci barang-barang lain misalnya lap pel, hal ini untuk mengurangi penggunaan air bersih.

7. Kurangi polusi lingkungan

Di kota-kota besar sekarang polusi sulit sekali dihindari. Kendaraan semakin banyak dan tentunya berdampak pada kemacetan terjadi dimana-mana. Usaha yang bisa kita lakukan dengan membiasakan memakai kendaraan umum ataupun menggunakan sepeda, selain untuk mengurangi polusi karena akan berkurang penggunaan kendaraan, juga akan mengurangi kemacetan. Dan dengan menggunakan sepeda, hidup juga akan lebih sehat. Dan juga hindari atau hilangkan kebiasaan merokok selain untuk menguragi polusi juga menghindari berbagai penyakit yang di akibatkan oleh rook baik untuk pengguna aktif maupun pengguna pasif. 8. Hemat kertas Dengan semakin berkembangnya teknologi, hal ini bermanfaat untuk mengurangi penggunaan kertas. Gunakan media elektronik dan digital. Untuk berkomunikasi yang dulunya menggunakan surat atau lembar tagihan mulai biasakan gunakan e-mail. Untuk media informasi kurangi menggunakan majalah/koran/tabloid/surat kabar, mulai biasakan menggunakan media televise dan internet. Dan mulai biasakan membuat dokumentasi dengan cara digital. Dengan begitu kita akan menghemat penggunaan kertas dan mengurangi sampah. Ribuan hektar hutan alam di Indonesia di babat untuk produksi kertas. Itulah beberapa perilaku ramah lingkungan yang bisa dijadikan usaha untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan serta mendukung pola hidup sehat. Dan yang terutama adalah kesadaran dari diri kita sendiri untuk bersikap dan berperilaku rumah terhadap lingkungan. Ditahun 2014 ini adalah saatnya rakyat Indonesia pesta demokrasi. Rakyat menentukan siapa yang layak dijadikan pimpinan. Banyak sekali calon-calon pemimpin yang tentunya dengan visi dan misi mereka masing-masing. Rakyat pun berharap dengan adanya pesta demokrasi ini ada regenerasi pemimpin dan wakil rakyat yang tentunya bisa lebih baik dari yang sebelumnya. Pemimpin yang peduli akan lingkungan tentunya sangat diharapkan oleh rakyat Indonesia. Pemimpin yang bisa memberikan solusi dan menuntaskan berbagai masalah lingkungan di Indonesia yang sampai saat ini belum juga tuntas. Diantaranya; kasus Lumpur Lapindodi Sidoarjo, asap dan kabut dari kebakaran hutan di Riau, banjir di tiap kota-kota besar, penebangan hutan secara liar, pembuangan limbah industri dan lain-lain. Itulah beberapa masalah lingkungan yang masih menjadi pekerjaaan rumah oleh pimpinan yang akan datang.

Berbeda namun Tetap Sehati

Perbedaan…apa makna dari perbedaan? Yang jelas bukan persamaan ya ga? Hehehe… menurut saya bukan perkara yang mudah untuk menyikapi sua...